Beberapa orang kaya di Indonesia pun menerima keuntungan besar dari tembakau, salah satunya adalah keluarga Wonowidjojo. Forbes mencatat, kekayaan keluarga Wonowidjojo dari perusahaan tembakaunya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencapai USD4,9 miliar.
Keluarga Wonowidjojo bermigrasi dari China pada periode 1927 dan menetap di Sampang, Madura. Surya kecil sudah bergelut di bidang industri rokok setelah bekerja di pabrik rokok "93" milik pamannya. Namun, pada 1958 dia keluar lantaran tidak puas dan mendirikan Gudang Garam.
Titik awal berdirinya perusahaan rokok Gudang Garam yang bermula dari sebuah industri rumahan. Produk kretek yang diproduksi pertama kali adalah sigaret kretek klobot (SKL) dan sigaret kretek linting-tangan (SKT).
Bisnis yang bertumbuh cepat tersebut, membuat Wonowidjojo dapat membuaka cabang dua tahun kemudian. Cabang produksi SKL dan SKT didirikan di Gurah, 13 km arah tenggara Kota Kediri, guna memenuhi permintaan pasar yang kian meningkat.