Orang Miskin Butuh Rumah yang Layak, Bukan Indah

Feby Novalius, Jurnalis
Jum'at 06 November 2015 13:12 WIB
Ilustrasi Rumah Murah. (Foto: Okezone)
Share :

GOWA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta pengembang khusus rumah murah untuk tidak main-main dengan peningkatan kualitas. Pasalnya, dengan adanya peningkatan kualitas di rumah murah, membuat Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) semakin sulit memiliki rumah.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Syarif Burhanuddin, mengatakan masyarakat berpenghasilan rendah membutuhkan rumah layak, bukan rumah indah. Untuk itu tidak dibutuhkan adanya tambahan peningkatan kualitas yang justru memberatkan masyarakat nantinya.

"Semakin miskin jangan lah dimiskinkan. Orang butuh rumah, bukan indahnya. Layak itu minimal, misalnya tipenya 36 sudah bisa satu keluarga, sangkarnya butuh luas 72 m persegi. Kedua, dia sudah dilengkapkan fasilitas layak, kondisi air listrik," jelas Syarif di Gowa, Makasar, Jumat (6/11/2015).

Sebagai pengembang, Mulia Utama Prima (MUP) saat ini telah membangun 142 unit, tipe 36 dengan luas tanah 6x12 meter2, dengan harga Rp116 juta, dengan tambahan peningkatan kualitas Rp20 juta. Adapun peningkatan kualitas yang diberikan ialah biaya notaris, perbankan, plafon rumah, dan lantai rumah.

Syarif menambahkan, dengan diberikan bantuan pemerintah, mestinya harga rumah murah bisa lebih murah, bukan malah menjadi mahal. Artinya, jika diberikan bantuan pemerintah, MBR benar-benar dapat manfaat dengan dibangunnya rumah murah.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya