World Bank: RI Rugi Rp226 Triliun akibat Kebakaran Hutan

Dedy Afrianto, Jurnalis
Selasa 15 Desember 2015 11:28 WIB
Ilustrasi (Foto : Reuters)
Share :

JAKARTA – Kebakaran hutan yang terjadi sepanjang 2015 telah berdampak pada pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) di beberapa daerah. Pertumbuhan ekonomi nasional pun turut terhambat karena menurunnya nilai produksi dan distribusi dari daerah yang terkena dampak kebakaran hutan.

Berdasarkan data World Bank (Bank Dunia), kebakaran hutan ini telah memberikan kerugian untuk Indonesia senilai USD16,1 miliar atau Rp226,37 triliun (kurs Rp14.060 per USD). Jumlah ini setara dengan 1,9 persen dari total PDB Indonesia. Bahkan, dampak kerugian kebakaran hutan tahun ini sama dengan dua kali biaya rekonstruksi Aceh setelah tsunami 2004.

Oleh karena itu, World Bank mengimbau pemerintah dapat memanfaatkan anggaran belanja pada 2016 untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi secara nasional, khususnya pada daerah yang terkena dampak dari kebakaran hutan. Belanja pemerintah ini disarankan untuk digunakan pada tiga sektor utama yaitu infrastruktur, layanan kesehatan, dan program bantuan sosial.

"Karena itu, sangat dihargai komitmen anggaran akan investasi publik yang lebih banyak untuk infrastruktur, layanan kesehatan, dan program bantuan sosial," ujar Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia, Rodrigo Chaves, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (15/12/2015).

Sekadar diketahui, Kalimantan merupakan daerah yang terkena dampak paling parah dari kebakaran hutan pada 2015. Hal ini dikarenakan terganggunya proses produksi dan distribusi hasil tambang sumber daya alam akibat kebakaran hutan. Menurut data World Bank, PDB Kalimantan turun hingga 1,2 persen pada kuartal III-2015.

Untuk itu, World Bank mengingatkan agar Pemerintah Indonesia dapat menjaga pertumbuhan ekonomi pada berbagai daerah di Indonesia agar tidak kembali tertekan oleh kebakaran hutan serta bayangan pelemahan ekonomi China pada 2015.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya