Dua Negara Ini Bakal Pengaruhi Ekonomi RI 2016

Dedy Afrianto, Jurnalis
Senin 21 Desember 2015 19:35 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :


JAKARTA - Tahun 2015 akan segera berakhir. Memasuki tahun 2016, rasa optimistis pun muncul dari dunia perekonomian Tanah Air. Pasalnya, 2016 dianggap sebagai tahun yang penuh kepastian setelah the Fed akhirnya menaikkan tingkat suku bunga acuannya secara bertahap. Pertumbuhan Ekonomi berbagai negara pun diprediksikan akan membaik dan dapat menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menurut ekonom Mandiri Sekuritas Leo Putera Rinaldy, dalam jangka waktu lima tahun ke depan motor perubahan perekonomian dunia akan mengalami perubahan. Jika sejak krisis ekonomi global tahun 2008 motor penggerak perekonomian adalah negara-negara berkembang, maka sejak tahun 2016 hingga tahun 2020 mendatang motor penggerak perekonomian akan dikendalikan oleh negara-negara maju, terutama Amerika Serikat (AS) dan India.

"Kita melihat bahwa global ekonomi ke depan mulai berubah. Driver ekonominya adalah negara-negara maju. Menurut IMF, AS 2015 sampai 2020 akan mengalami pertumbuhan 2,5 persen dari sebelumnya pada tahun 2009 sampai 2014 hanya 1,4 persen. Sedangkan China justru menurun dari 8,6 persen ke 6,3 persen pada hingga tahun 2020," ujar Leo kepada pewarta di Gedung Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (21/12/2015).

Amerika diprediksi akan kembali menjadi penopang ekonomi Indonesia pada sektor ekspor dan menjadi pengganti China setelah hampir tujuh tahun menjadi penopang perekonomian nasional. Secara total, AS akan dapat memberikan kontribusi ekspor ke Indonesia dengan total nilai ekspor mencapai USD9,1 miliar. Jumlah ini baru mencakup lima unit produksi ekspor terbesar yang diprediksi akan mengalami pertumbuhan pada tahun 2016 mendatang, yaitu apparel dan produk sejenis, karet dan produk turunannya, perikanan, peralatan elektronik, dan alas kaki.

Tak hanya AS, India pun diprediksikan akan menjadi raksasa ekonomi dunia yang turut menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor ekspor. Bahkan, total nilai ekspor dari lima unit produksi terbesar menuju India diperkirakan akan mengalahkan total nilai ekspor menuju AS pada 2016 mendatang, yaitu sebesar USD10,4 miliar. Lima produk terbesar untuk diekspor adalah bahan bakar mineral, minyak nabati, karet dan produk turunannya, biji nikel, dan kimia organik.

Menurut Leo, dominasi China dalam jangka panjang dapat terpatahkan oleh negara-negara maju. Untuk itu, Indonesia perlu jeli melirik kesempatan pada tahun mendatang agar tidak terjebak dengan pelemahan ekonomi China.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya