JAKARTA – Tantangan yang dihadapi perekonomian nasional masih berat tahun ini. Butuh kerja keras dan soliditas para pemangku kepentingan untuk mengatasi beragam masalah yang berpotensi menekan kinerja perekonomian nasional.
Sejumlah ekonom mengingatkan, perlambatan pertumbuhan ekonomi China, normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS), dan pelemahan harga komoditas bisa menyebabkan perekonomian global penuh ketidakpastian tahun ini. Dari dalam negeri, target pajak yang terlalu tinggi di 2016 meningkatkan risiko pengelolaan fiskal bila tak tercapai.
Pengamat ekonomi Institute Development for Economics and Finance (Indef) Eko Listianto berpendapat, pertumbuhan ekonomi China yang melambat akan menjadi faktor eksternal yang signifikan bagi perekonomian Indonesia. Setelah sekian lama merasakan keuntungan harga komoditas tinggi seiring pertumbuhan ekonomi China di masa lalu, kini Indonesia harus mencari strategi menghindari ketergantungan pada negara tersebut. Belum membaiknya perekonomian China berdampak pada perdagangan dunia, terutama permintaan komoditas yang merupakan ekspor utama Indonesia.