JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi hingga 2016 ini terus melambat, ditambah lagi Rupiah masih dalam kondisi yang belum prima. Untuk dapat berinvetasi dengan baik di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi yang bergerak lambat seperti ini, maka diperlukan strategi yang tepat untuk dapat menghasilkan keuntungan dari investasi yang kita lakukan.
Menurut perencanaan keuangan, Freddy Pieloor, hal pertama yang dapat dilakukan untuk memulai investasi adalah menekan pengeluaran biaya. Jika tahun lalu pengeluaran biaya tergolong boros, misalnya rutin makan di luar atau berbelanja berlebihan, maka tahun ini disarankan untuk berhenti melakukan hal tersebut agar dana itu dapat dialokasikan untuk berinvestasi.
Selanjutnya, Freddy mengatakan investasi harus dilakukan sejak awal menerima pendapatan. Setidaknya, setelah mendapatkan gaji, sisihkan 10-20 persen untuk berinvestasi, bukan hasil dari sisa-sisa gaji yang sudah terpakai.
“Investasi dilakukan diawal, jangan di akhir. Sering kali orang salah. Harusnya investasi dulu baru sisanya buat dikonsumsi,” jelas Freddy kepada Okezone di Jakarta.
Nantinya, sangat diperlukan untuk mengetahui pilihan jenis investasi yang akan Anda lakukan. Menurut Freddy, jenis investasi setiap orang tak dapat disamaratakan karena bersifat sangat personal sesuai dengan kebutuhan dan kehidupan orang tersebut.