Sesat Pikir Peningkatan Cukai Rokok

Antara, Jurnalis
Senin 18 Januari 2016 13:21 WIB
Ilustrasi : Okezone
Share :

"Kami ingin mengingatkan pemerintah untuk menjalankan mandat sesuai dengan konstitusi untuk melindungi kepentingan publik dan tidak tunduk pada tekanan industri rokok," katanya.

Berkontribusi pada Kemiskinan Kepala BPS Suryamin mengatakan bahwa rokok termasuk komoditas yang memberikan kontribusi terbesar kedua terhadap garis kemiskinan, baik di perkotaan maupun perdesaan.

"Kontribusi rokok pada garis kemiskinan 8,08 persen di perkotaan dan 7,68 persen di perdesaan," jelasnya.

Jerat konsumsi tembakau terhadap kemiskinan sebenarnya bukan tidak menjadi perhatian pemerintah. Bahkan, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla sudah menyatakan rokok berkontribusi terhadap peningkatan kemiskinan dan Indonesia saat ini sudah "lampu merah".

"Coba perusahaan apa yang sekarang terbesar di Indonesia? Hampir semua perusahaan rokok. Sampoerna sekarang begitu hebatnya. Bisnis rokok ini bukan turun, melainkan naik. Jadi, memang itu lampu merah sebenarnya yang kita harus atasi," kata Kalla.

Kalla mengatakan bahwa konsumsi rokok masyarakat miskin menjadi tambahan beban pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan. Kemiskinan ditandai dengan pengeluaran yang lebih besar daripada pendapatan, dan rokok makin memperbesar pengeluaran sehingga memengaruhi angka kemiskinan Indonesia.

Wakil Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Abdillah Ahsan mengatakan bahwa konsumsi rokok memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga miskin di Indonesia.

Menurut Abdillah, pengeluaran rumah tangga terkaya untuk membeli rokok sebesar 7 persen dari total pembelanjaan, sedangkan pada rumah tangga termiskin, pengeluaran untuk membeli rokok mencapai 12,58 persen.

"Pengeluaran rumah tangga termiskin untuk membeli rokok terbesar kedua setelah padi-padian yang mencapai 19,3 persen. Pengeluaran untuk membeli rokok lebih banyak dibandingkan untuk memenuhi kebutuhan gizi, biaya kesehatan, dan pendidikan," katanya.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya