JAKARTA - Tidak semua pengusaha perlu memiliki rekan bisnis (co-founder), tetapi banyak perusahaan yang sukses, termasuk Apple, eBay, dan Twitter, dibangun oleh beberapa pemimpin dengan hubungan yang menguntungkan.
Dilansir dari laman BusinessInsider, para pengusaha ini mendapatkan rekan-rekan bisnis yang mampu menggabungkan keterampilan mereka menjadi sebuah resep kesuksesan. Tak heran bila rekan bisnis mereka adalah teman lama, teman sekelas, atau kerabat.
Berikut adalah nama-nama pasangan bisnis yang mampu mendirikan perusahaan ternama bahkan menjalankan bisnis sukses pada masa kini.
1. Bill Gates dan Paul Allen
Microsoft yang didirikan pada tahun 1975 merupakan hasil kerja sama Bill Gates dan Paul Allen. Mereka adalah teman masa kecil dari sekolah swasta Lakeside. Gates dan Allen saling berbagi kecintaan mereka terhadap komputer dan menjadi partner hacker selama SMA. Setelah Gates putus kuliah dari Harvard, bersama Allen mereka mulai merencanakan ide bisnis untuk menciptakan Microsoft.
Dengan obsesi terhadap komputer dan gairah untuk berwirausaha, kedua sahabat ini mampu mendirikan perusahaan yang kini menghasilkan miliaran dolar.
2. Larry Page dan Sergey Brin
Larry dan Sergey merupakan partner dalam menemukan Google yang didirikan pada tahun 1998. Mereka bertemu dalam program PhD Stanford pada tahun 1995, pertemuan itu tak langsung menjadikan mereka teman. Selama tur kampus, Sergey menjadi pemandu Larry namun mereka bertengkar sepanjang waktu. Meskipun selalu bertengkar, ternyata mereka bekerja pada sebuah proyek penelitian yang sama yaitu "The Anatomy of a Large-Scale Hypertextual Web Search Engine" yang menjadi cikal bakal lahirnya Google.
Sergey dan Larry memiliki kesamaan yang menarik, yaitu kecintaan yang sama dengan komputer sejak usia muda dan sama-sama memiliki orang tua yang juga seorang profesor universitas.
3. Steve Jobs dan Steve Wozniak
Pasangan Steve ini menjadi sosok dibalik berdirinya perusahaan Apple Inc pada tahun 1976. Jobs dan Woz telah berteman sejak tahun 1970. Woz sibuk membuat sebuah komputer dan Steve Jobs melihat komputer berpotensi untuk dijual.
Dalam sebuah wawancara 2006 dengan Seattle Times, Woz menjelaskan, bila Ia hanya melakukan sesuatu yang Ia kuasai dan ternyata hal itu menjadi hal yang akan mengubah dunia berkat Steve Jobs.
Ketika Woz merancang sesuatu, Jobs mengatakan bila itu dapat dijual. Woz mengakui bahwa ia tidak pernah berpikir untuk menjual model komputer aslinya, semua adalah berkat ide Jobs.
Keterampilan teknis Woz yang dipasangkan dengan pandangan visioner Jobs akan bisnis, keduanya menjadikan pasangan ini mampu menghasilkan perusahaan Apple Inc. Hubungan ini telah bertahan puluhan tahun menghasilkan ketenaran dan kekayaan. Hingga kini kedua Steve masih menjalin pertemanan dan saling berkomunikasi sesekali.
4. Evan Williams dan Biz Stone
Sosok di balik Twitter yang didirikan pada tahun 2006 adalah pasangan bisnis Evan Williams dan Biz Stone. Evan Williams sebagai pendiri Blogger tetap bekerja pada perusahaan tersebut meski telah diakuisisi oleh Google. Di bawah pimpinan Google, Williams mempekerjakan Stone yang kemudian menjadi persahabatan.
Saat Evan meninggalkan Google, Stone bahkan merasa kehilangan dan turut meninggalkan Google. Pasangan ini kemudian didekati oleh Jack Dorsey, seorang insinyur dari perusahaan Odeo. Dengan sebuah ide Jack, diskusi mereka berkembang untuk membuat Twitter. Berbekal pengalaman satu dekade dalam bisnis blogging, Stone dan Williams sama-sama memiliki pengetahuan mengenai platform dan mulai mendirikan Twitter. Saling menghormati, persahabatan dan ambisi telah mendorong mereka untuk tetap bersatu dan mencapai kesuksesan bisnis.
5. Bill Hewlett dan Dave Packard
Perusahaan Hewlett-Packard didirikan pada tahun 1939. Perusahaan teknologi informasi terbesar dunia ini lebih dikenal umum sebagai HP.
Hubungan mereka berawal sebagai teman sekelas dalam program insinyur Stanford. Setelah lulus, Hewlett dan Packard pergi berkemah selama dua minggu, menghabiskan dua minggu bersama membuat mereka menjadi teman dekat. Tak lama setelah itu, dengan dorongan dari profesor Stanford, Fred Terman, mereka mulai mendirikan HP.
Hewlett dan Packard telah menjadi teman baik dengan kemampuan dan gaya manajemen yang sama, mereka saling melengkapi. Etos kerja mereka yang inovatif memungkinkan perusahaan HP, karyawan serta kemitraan bisnis mereka menjadi berkembang.