Klenteng Kwan Sing Bio, Terbesar di Asia Tenggara

Rizkie Fauzian, Jurnalis
Kamis 04 Februari 2016 14:19 WIB
Foto: kwangsingbiotuban.com
Share :

Menurut cerita, klenteng ini dulunya adalah merupakan tempat pemujaan kecil milik sebuah keluarga berkewarganegaraan China yang merantau ke Indonesia. Keluarga ini dulunya tinggal di desa Tambak boyo 30 kilometer arah barat dari kota Tuban. Sekira 200 tahun yang lalu, tempat pemujaan ini akan dipindahkan dari desa Tambak boyo menuju ke daerah timur.

Asal mula symbol kepiting yang berada di atas pintu gerbang, bukan berasal dari legenda tetapi berasal dari mimpi salah seorang pengurus klenteng pada waktu itu. Dalam mimpinya ia melihat kepiting raksasa masuk ke area Klenteng Kwan Sing Bio.

Akhirnya semua pengurus klenteng sepakat untuk menggunakan symbol kepiting sebagai lambing pintu gerbang Klenteng Kwan Sing Bio.

Tidak ada satupun klenteng di dunia ini menggunakan lambang kepiting. Karena itu symbol patung kepiting ini memilik nilai keunikan atau ciri khas bagi Klenteng Kwan Sing Bio, meskipun sebenarnya tidak bermakna apa-apa.

Sebenernya Klenteng Kwan Sing Bio dahulu memilik beberapa arsip yang menceritakan sejarah tentang berdirinya Klenteng Kwan Sing Bio akan tetapi semua arsip terbakar pada jaman penjajahan, sehingga saat ini semua hanya berdasarkan cerita yang diceritakan dari generasi ke generasi. Karena itulah mengalami kesulitan apabila ditanyakan kepastian tahun berdirinya Klenteng Kwan Sing Bio.

(Rizkie Fauzian)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya