"Jadi pada waktu mau ratas saya bilang pada Presiden tolong panggil konsultan yang buat studi-nya, suruh dia jabarkan kepada Bapa dan kabinet dari mana dia jabarkan 60 ribu orang bisa untung. Bunga 2 persen saja sudah buat negara bangkrut. Dari mana orang naik 60 ribu per hari loh. Gimana ngitung-nya," papar Agus.
Agus menambahkan, tarif Rp200 ribu untuk kereta cepat Jakarta-Bandung masih dihitungnya belum membuahkan keuntungan dengan waktu yang begitu panjang. Jika
"Kalau Rp500 ribu baru sudah oke. Tapi mahal banget untuk membalikkan uang investasi senilai Rp79 triliun dengan tidak mungkinnya 60 ribu orang menggunakan kereta cepat," paparnya.
Tiket Rp200 Ribu, Kereta Cepat Enggak Akan Laku
(Martin Bagya Kertiyasa)