Penjualan Rumah Komersil Diprediksi Naik 10%

, Jurnalis
Minggu 06 Maret 2016 16:24 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

SOLO – Penjualan rumah menengah atas diprediksi naik 10 persen pada tahun ini. Hal ini karena kebutuhan rumah bagi masyarakat terus meningkat.

Ketua Real Estat Indonesia (REI) Jateng, Priyanto, mengatakan permintaan rumah menengah atas cukup tinggi. Namun diakuinya pada tahun ini ada kenaikan harga sekitar 10-15 persen yang disebabkan kenaikan harga tanah. Menurut dia, kenaikan harga rumah menengah atas lebih tinggi dari rumah subsidi yang naik hanya 5 persem karena adanya subsidi dari pemerintah.

“Prospek penjualan rumah menengah atas tahun ini diprediksi tumbuh positif, sekitar 10 persen karena kebutuhan rumah terus meningkat setiap tahun. Apalagi BI [Bank Indonesia] rate turun sehingga diharapkan berimbas pada penurunan suku bunga KPR (kredit pemilikan rumah),” ungkap Priyanto.

Dia menilai kenaikan penjualan tersebut juga dipengaruhi pendapatan masyarakat yang meningkat. Selain itu, perbankan dan pemerintah juga memberikan banyak fasilitas kemudahan KPR. Dia mengungkapkan pada tahun lalu total penjualan rumah subsidi dan menengah atas di Jateng mencapai 8.600 unit.

Dia menyampaikan penjualan rumah menengah atas sebanyak 3.600 unit dan rumah subsidi sebanyak 5.000 unit. Realisasi penjualan rumah subsidi, di Soloraya menyumbang pembangunan paling banyak, yakni hampir 50 persen atau sekitar 2.000 unit.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya