NEW JERSEY - Perusahaan konsultan real estat, Knight Frank bersama Douglas Elliman baru-baru ini merilis Wealth Report 2016. Dalam laporan ini, dapat diketahui berapa luas meter persegi (m2) yang akan pembeli dapatkan dengan uang USD1 juta atau setara Rp13,085 miliar (mengacu kurs Rp13.085 per USD), di beberapa lahan real estat atau properti seluruh dunia.
Menurut laporan tersebut, seperti dilansir dari laman CNBC, Selasa (8/3/2016), Monako tetap menjadi pasar perumahan real estat paling mahal di dunia berdasarkan perhitungan meter persegi (m2). Dengan USD1 juta atau Rp13,085 miliar, hanya bisa mendapat real estat seluas 17 m2. Itu juga berarti Anda bisa mendapatkan kamar tidak lebih dari 15 kaki persegi. Dan kemungkinan, properti ini menghadap pabrik ketimbang marina.
Dilanjutkan pada posisi kedua yang ditempati oleh Hong Kong. Dengan USD1 juta atau Rp13,085 miliar, hanya mampu mendapatkan 20 m2. Kemudian disusul London di peringkat ketiga dengan 22 m2.
New York sekali lagi masih sebagai kota Amerika Serikat (AS) yang lumayan mahal untuk tiap m2, yakni dengan uang USD1 juta hanya mendapatkan 27 m2.
Kota-kota paling mahal dalam daftar, yang dilihat hanya pada "prime" real estat (dengan kata lain, segmen teratas dari setiap pasar) adalah Cape Town, Afrika Selatan, dan Sao Paulo, Brasil. Krisis ekonomi Brasil membuat Anda hanya akan mampu mendapatkan real estat utama seluas 203 m2 dengan uang USD1 juta atau Rp13,085 miliar. Itu masih tergolong relatif murah bila dibandingkan pada tahun lalu dengan uang sebesar itu yang hanya mendapat 142 m2. Sedangkan di Cape Town, USD1 juta dapat membeli 255 m2.
(dhe)
(Rizkie Fauzian)