Dari Bungkus Plastik Menjadi Produk Bernilai Ekonomis

Koran SINDO, Jurnalis
Kamis 10 Maret 2016 11:56 WIB
Ilustrasi: (Foto: Reuters)
Share :

Akhirnya proses pengumpulan sampah semakin diintensifkan hingga akhirnya terbentuklah bank sampah. Sampah-sampah yang dikumpulkan Putra adalah sampah spesifik hanya sampah dari sachet makanan dan minuman. Putra terus melakukan sosialisasi pada masyarakat untuk mengumpulkan sampah melalui bank sampah miliknya. Saat ini terdapat 205 kelompok yang bertugas mengumpulkan sampah. Masing-masing kelompok terdiri dari 6-8 orang.

“Metode pengumpulan sampah terbilang mudah. Beberapa kelompok ada yang mengumpulkan sampah, nanti ada tim kami yang melakukan penjemputan mendatangi para kelompok untuk mengambil sampah. Harga satu sampah kami hitung mulai dari Rp10-70 tergantung dari besar kecilnya sampah. Satu bulan kami bisa mendapatkan 4.000 bungkus sampah,” ujar pria peraih juara 1 kategori usaha sosial wirausaha muda mandiri yang juga owner butik daur ulang ini, kemarin.

Pada 2011, Putra fokus membuat butik daur ulang, butik ini berisi produk-produk sampah daur ulang yang disulap menjadi produk bernilai ekonomis seperti seminar kit, tas sekolah, goodie bag , dompet, tas laptop, bros, dan produk lainnya. Saat ini total produk mencapai 90 jenis produk. Butik daur ulang sampah sendiri terletak di Jalan Sukoharjo No 132 Condongcatur, Sleman, Yogyakarta.

Belum lama ini, butik daur ulang sampah baru saja mengeluarkan produk baru yaitu tas lipat. Sebagian besar produk yang diminati masyarakat adalah dompet, tas, dan map. Harganya pun cukup relatif, mulai dari Rp6.000-275.000. Proses membuat daur ulang sampah menjadi berbagai produk menarik dimulai dari proses pengumpulan sampah terlebih dahulu setelah itu sampah dihitung, dicuci, kemudian dikeringkan, dan disortir.

Setelah proses sortir selesai, sampah disimpan di gudang terlebih dahulu. Kemudian dijahit, dan terakhir masuk pada sistem quality control. Setelah itu, produk mulai dipasarkan. Kendalanya adalah masih banyak masyarakat yang malu menggunakan produk daur ulang dari limbah sampah. Padahal produk ini sudah dibuat dengan desain menarik.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya