Terpopuler: Daftar Konglomerat Indonesia yang Rambah Bisnis Belanja Online

Yohana Artha Uly, Jurnalis
Jum'at 11 Maret 2016 19:24 WIB
Ilustrasi : Shutterstock
Share :

JAKARTA - Pemerintah Indonesia targetkan nilai transaksi e-commerce mencapai USD130 miliar atau setara dengan Rp1.699 triliun (Rp13.070 per USD) pada tahun 2020 mendatang. Adapun, pada tahun 2014 nilai transaksi e-commerce sendiri mencapai USD12 miliar.

Melonjaknya industri e-commerce tak dapat terelakkan akibat pergeseran kebiasaan konsumen yang sebelumnya berbelanja langsung ke toko kini beralih pada kebiasaan digital shopping atau online shopping.

Melihat kondisi ini, maka untuk tetap relevan, mereka yang memiliki pasar ritel tradisional di Indonesia harus segera berpindah pada industri e-commerce. Satu per satu, konglomerat di Indonesia pun kini menyatakan perluasan bisnisnya merambah ekonomi digital.

Berikut daftar konglomerat Indonesia yang sudah maupun akan memasuki ranah bisnis e-commerce, seperti yang dilansir dari Techinasia, Jumat (11/3/2016).

1. Keluarga Hartono

Menurut Forbes, keluarga Hartono adalah orang terkaya nomor satu di Indonesia. Total kekayaannya mencapai USD15,5 miliar (sekitar Rp200 triliun). Keluarganya adalah pemilik perusahaan tembakau Djarum, selain itu Ia juga salah satu pemegang saham Bank Central Asia (BCA).

Salah satu anak dari keluarga Hartono, yaitu Martin Hartono, terjun ke bisnis digital dengan mendirikan modal ventura bernama GDP Venture. Perusahaan modal ventura ini telah banyak memberi investasi pada startup lokal dari berbagai sektor, seperti Beritagar, KASKUS, Kurio, dan Blibli yang rilis pada tahun 2011. Ini membuat Djarum lekas menjadi pemain bisnis e-commerce lokal.

2. Anthony Salim

CEO Salim Group, Anthony Salim adalah orang terkaya ketiga di Indonesia dengan kekayaan USD5,4 miliar (sekitar Rp72 triliun). Salim Group memiliki banyak lini bisnis, mulai dari makanan, telekomunikasi, ritel, properti, dan juga perbankan. Salah satunya bisnis makanan Indofood dan waralaba ritel Indomaret.

Salim Group memang belum terjun resmi di ranah e-commerce. Namun, Salim Group berencana akan meluncurkan situs e-commerce melalui kerja sama dengan konglomerat ritel asal Korea Selatan, yaitu Lotte Group. Keduanya berencana akan meluncurkan platform e-commerce pada pertengahan tahun ini, kemudian diikuti dengan peluncuran perusahaan baru di awal tahun depan.

3. Eka Tjipta Widjaja

Dengan kekayaan USD5,3 juta (sekitar Rp70 triliun), Eka Tjipta Widjaja adalah orang terkaya nomor empat di Indonesia versi Forbes.

Pemilik Sinar Mas Group ini juga merupakan partner terbesar e-commerce raksasa China, Alibaba.com di Indonesia. Di tanah air Alibaba beroperasi dengan nama AliExpress.

Tak hanya itu, Sinar mas juga aktif sebagai modal ventura yang bekerja sama dengan perusahaan ventura Thailand, Ardent Capital. Beberapa startup teknologi yang berada di bawah Ardent Capital adalah aCommerce, Moxy (sekarang bernama Orami), Snapcart, dan Brizzy.(rai)

4. Chairul Tanjung

Chairul Tanjung dari CT Corp merupakan orang terkaya kelima di Indonesia versi Forbes dengan kekayaan USD4,8 miliar (sekitar Rp64 triliun). CT Corp memiliki bisnis yang kuat di sektor keuangan melalui Bank Mega dan juga hiburan melalui Trans Corp.

Selain itu, lini bisnis ritel fashion dan makanan milik CT Corp juga cukup besar. Melalui Trans Fashion, perusahaan ini mengelola lebih dari 100 merek-merek fashion terkemuka di Indonesia, seperti Hugo Boss, Etienne Aigner, Tods, Versace, Tommy Hilfiger, dan lainnya.

5. Mochtar Riady

Mochtar Riady adalah orang terkaya ke-sembilan di Indonesia menurut Forbes dengan kekayaan USD2,2 miliar (sekitar Rp29 triliun). Kekayaannya berasal dari berbagai lini bisnis, seperti ritel, rumah sakit, penyedia jasa internet, dan properti. Diantaranya toko ritel Matahari, Rumah Sakit Siloam, dan juga mal Lippo.

Pada Februari 2015, Lippo Group secara resmi meluncurkan situs e-commerce pertama mereka, yaitu MatahariMall.

Tak sampai disitu, pada Oktober 2015 Lippo Group mengumumkan peluncuran perusahaan modal ventura bernama Ventura Capital. Hingga saat ini Venturra Capital telah memberi investasi ke sejumlah startup lokal dan internasional seperti RuangGuru, BitX, Kaodim, dan lainnya.

6. Hary Tanoesoedibjo

Hary Tanoesoedibjo merupakan pemilik dari MNC Group dengan total kekayaan USD1 miliar (sekitar Rp13 triliun). Ini membuatnya masuk ke dalam jajaran orang terkaya nomor 28 di Indonesia menurut Forbes.

Bisnis utama dari MNC Group merupakan media hiburan melalui empat stasiun TV, layanan TV kabel, serta media online dan cetak. Di samping itu MNC Group juga bekerja sama dengan perusahaan internet asal Cina, yaitu Tencent, untuk menjalankan operasi aplikasi chatting WeChat di tanah air.

MNC juga masuk ke dalam investasi startup, yakni social media berbasis karir KerjaDulu.com, aplikasi kencan Paktor dari Singapura, layanan pemesanan reservasi hotel MisterAladin dan juga e-commerce fashion Brand Outlet.

7. Keluarga Gozali

Mitra Adiperkasa (MAP) merupakan perusahaan ritel yang dimiliki oleh Boyke Gozali dan pamannya Sjamsul Nursalim. Dari data Forbes, Sjamsul merupakan orang terkaya ke-46 di Indonesia dengan kekayaan mencapai USD470 juta (sekitar Rp6,2 triliun).

MAP memegang lisensi waralaba brand internasional di Indonesia seperti Starbucks, Zara, dan Topshop. Tak lama setelah Lippo mengumumkan rencana e-commerce-nya, MAP membalas dengan memperkenalkan konsep MapEmall miliknya, situs yang baru-baru ini diluncurkan.(rai)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya