Strategi Sentul City Gali Lubang Tutup Lubang

, Jurnalis
Jum'at 11 Maret 2016 14:28 WIB
(Ilustrasi: Okezone)
Share :

JAKARTA – Belum pulihnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, rupanya bakal menjadi beban bagi perseroan yang memiliki utang dolar AS di saat kondisi ekonomi global yang belum menentu. Maka untuk menghindari potensi risiko tersebut, PT Sentul City Tbk (BKSL) berencana mengonversi seluruh utang yang berbentuk valuta asing ke Rupiah di tahun ini. Tujuannya, mencegah kerugian kurs dan berharap dapat meningkatkan profit perusahaan.

Presiden Direktur Sentul City, Keith Steven Muljadi menjelaskan, agar rencana tersebut terealisasi, emiten berkode saham BKSL itu menjajaki beberapa alternatif pendanaan guna refinancing utang berbentuk dolar AS.”Kami tengah menjajaki pinjaman dalam Rupiah. Selain itu opsi penerbitan medium term notes dan obligasi konvensional," ujarnya kemarin.

Demi menjaga kas perusahaan dari fluktuasi nilai tukar, BKSL sedang mempelajari aksi lindung nilai atau hedging. Ini untuk menurunkan eksposur dolar dalam neraca keuangan. Sayang, mahalnya biaya hedging menyebabkan perusahaan ini masih harus berpikir dua kali.

Mengurangi tekanan dolar memang menjadi salah satu fokus utama BKSL tahun ini. Asal tahu saja, emiten properti ini memiliki total utang valas sebesar USD39,8 juta. Yang terbesar dalam bentuk notes kepada Winter Capital Pte. Lte senilai USD33 juta. Sisanya, outstanding pinjaman dari CIMB Bank Berhad, Labuan Offshore Branch sebesar USD6,8 juta. Target penurunan utang BKSL tahun ini sebanyak USD15,4 juta. Artinya, utang dalam bentuk dolar di perusahaan tinggal menyisakan USD24,4 juta.

Bikin Anak Usaha

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya