Lebih Menguntungkan
Budi daya kerapu cantik ternyata lebih menguntungkan, karena tahan penyakit dan pertumbuhannya tergolong cepat. Selain itu, permintaan atasnya juga tinggi, karena harganya tidak semahal kerapu bebek dan cita rasanya juga tak berbeda jauh.
Meski harga kerapu cantik hanya Rp140 ribu/kg, sedang kerapu bebek mencapai Rp300 ribu/kg, namun budi daya kerapu cantik makin digemari karena lebih menguntungkan.
Sehubungan itu, bermunculan usaha KJA kerapu cantik di Indonesia, seperti di Pangkalan Susu dan Sibolga (Sumut), Padang Sumbar, Babel, Teluk Lampung, Situbondo Jatim dan Bali.
"Namun, saat permintaan tinggi, sementara Singapura, Malaysia serta Vietnam makin masif mengembangkan budi daya kerapu, pemerintah kita justru melarang kapal asing masuk ke wilayah Indonesia untuk mengangkut ikan hasil budi daya, sementara negara kita belum mampu menyediakannya," katanya.
Padahal, kata dia, pihaknya sedang berusaha membangkitkan kembali kesuksesan budi daya kerapu Indonesia dengan kerapu cantik. Pihaknya berusaha mendayagunakan kembali KJA yang sudah terlanjur dibangun.
"Jika kapal asing tetap dilarang mengangkut hasil budi daya, sementara kapal dalam negeri belum ada, kerugiannya besar sekali. Untuk alih usaha, tidak mungkin sehingga terpaksa harus tutup total," kata Edward.
Sehubungan itu, para pembudidaya mengharapkan peran pemerintah melindungi usaha keramba jaring apung (KAJ) di Indonesia, termasuk di Lampung, agar kerapu cantik tetap mrnjadi primadona sebagai penghasil devisa.
(Amril Amarullah (Okezone))