Untuk diketahui, perubahan instrumen acuan suku bunga ini nantinya diyakini dapat berdampak pada efektivitas transmisi kebijakan moneter Bank Indonesia. Agus mengungkapkan, BI Rate yang selama ini ekuivalen dengan 12 bulan tenor ini nantinya juga akan dapat mengontrol overnight ketika diubah menggunakan reality over bunga reverse repurchase tujuh hari.
[Baca juga: Instrumen Baru BI Disambut Positif Pelaku Perbankan]
"Sehingga likuiditas bisa lebih terjaga dan dapat mencerminkan transaksi riil di pasar," ungkap Agus.(rai)
(Rani Hardjanti)