Pada sektor inflasi, paket kebijakan juga belum sepenuhnya memberikan dampak terhadap pengendalian harga. Salah satunya adalah bawang merah yang hingga saat ini masih melambung. Namun, inflasi ini diyakini tidak memiliki dampak signifikan terhadap penurunan angka pertumbuhan ekonomi.
"Harga bawang tidak (akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara mikro), selama ini inflasi telah dimonitor. Kita memang lihat April deflasi. Tapi kita lihat pemerintah konsen untuk menjaga inflasi," jelasnya.
Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2016 ini pun diprediksi dapat mencapai 5 persen. Meskipun lebih rendah dibandingkan target pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2016 sebesar 5,3 persen, namun hal ini merupakan hal yang positif mengingat pelemahan ekonomi global.
"Lima persen itu konservatif, moderat. Karena selama ini belum ada perbaikan signifikan secara global. Jadi nanti bisa kita rasakan di kuartal dua dan kuartal tiga, juga penurunan harga BBM akan dirasakan nanti," tutupnya.
(Fakhri Rezy)