PURWOKERTO - Batik hingga saat ini masih menjadi primadona bagi turis asing pada saat berkunjung ke Indonesia. Tak terkecuali batik khas Banyumas. Hingga saat ini, para turis yang berwisata ke Kabupaten Banyumas pun selalu melirik batik sebagai salah satu oleh-oleh wajib, terutama batik tulis.
"Setiap turis yang ke sini selalu tertarik terhadap batik. Terutama batik tulis yang harganya Rp1 juta hingga Rp4 juta," kata Sri, salah seorang pedagang batik di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, saat berbincang dengan Okezone.
Adapun batik yang selalu dicari oleh turis adalah batik yang telah dibentuk menjadi kemeja formal. Para turis ini pun tak segan merogoh kocek lebih dalam demi mendapatkan oleh-oleh khas Indonesia ini.
"Paling banyak dicari itu ya batik tulis. Karena khas dari setiap pola batik tulis itu kan karena hasilnya pasti beda. Itu yang menjadi daya tarik bagi turis," jelasnya sembari memperlihatkan batik tulis seharga jutaan Rupiah.
"Selain kemeja formal ya kain dasar batiknya juga paling banyak diminati," jelasnya.
Saat ini, batik tulis khas Banyumas ini laku terjual berkat permintaan turis asal Eropa seperti Finlandia hingga Belanda. Di Asia, turis asal Korea pun tak ingin ketinggalan untuk memborong batik tulis khas Banyumas ini.
"Ini murni kerajinan tangan khas Banyumas, yang buat masyarakat Banyumas. Kemarin itu dibeli oleh orang Finlandia. Lalu juga ada turis dari Belanda dan Korea," tutupnya.
Untuk diketahui, batik Indonesia secara resmi telah diakui oleh UNESCO dengan sebagai Budaya tak benda warisan manusia atau representative list of the intangible cultural heritage of humanity. Keputusan ini ditetapkan pada tahun 2009 lalu dalam sidang ke-4 komite antar pemerintah tentang warisan budaya tak benda.
Sejak saat itu, batik kian dikenal oleh dunia internasioanal. Saat ini, batik pun telah berhasil menjadi mata budaya Indonesia disamping wayang dan keris.
(Widi Agustian)