"Jadi kita tidak bisa prediksi untuk kenaikan harga emas ini, karena setiap hari tentu terjadi fluktuatif harga. Di tahun 2016 inilah yang kita rasakan sekali penurunan omset penjualan hingga mencapai 50 persen,"tuturnya.
Sementara itu, pemilik toko Emas Kirana, Sudian menuturkan bahwa saat ini dirasakan respon masyarakat terhadap kepemilikan emas tidak begitu signifikan.
Kurangnya peredaran uang di tengah masyarakat juga menjadi pemicu, serta masih lemahnya harga sawit juga turut memberikan imbas. "Jadi bagaimana mereka bisa membeli, jika uang mereka tidak ada. Bisa untuk makan saja sudah syukur, dan kalau emas ini hanya berdasarkan kebutuhan saja. Jika mereka butuh untuk kado baru beli,"pungkasnya.
(Amril Amarullah (Okezone))