Bankir London Hadapi Kebingungan soal Brexit

Fakhri Rezy, Jurnalis
Minggu 03 Juli 2016 10:09 WIB
Ilustrasi: (Foto: Reuters)
Share :

=

JAKARTA - Seminggu setelah masyarakat Inggris memilih untuk keluar dari Uni Eropa, banyak bankir di London dan karyawan menghadapi dua pilihan yaitu bila ingin masa depan yang aman, melobi atau meninggalkan.

Beberapa bank Investasi, cemas tidak dapat mengatasi para spekulan eksodus dari suatu sejarah di kota London yang membuat "bisnis seperti biasanya" menjadi hasil mengejutkan pada referendum pekan lalu.

Tapi, mengutip laman Reuters, London, Minggu (3/7/2016), ke depan ada yang membuat indsutri tenang dimana mengadakan upaya lobi dengan harapan London dapat tetap menjual jasa keuangan di seluruh Eropa. Hak yang telah berlaku tetapi dapat jatuh ketika Inggris akhinya keluar dari Uni Eropa.

Alternatif bank dan bankir, tumbuh semakin tidak aman di kekosongan informasi yang telah dikembangkan sejak pemilihan pada 23 Juni, adalah untuk keluar. Headhunter mencatat tingkat kecemasan mulai memanggil kembali sejak krisis 2008. Dimana para bankir bertanya tentang prospek di pusat-pusat keuangan saingan yang tetap di Uni Eropa, atau mereka di Asia dan Amerika Serikat.

Perbankan dan perusahaan keuangan lainnya telah berunding bersama-sama, membentuk kelompok untuk merancang strategi melindungi lahannya di industri yang merupakan eksportir terbesar Inggris dan menyumbang lebih dari 10 persen dari pendapatan pajaknya.

"Kami mencari mereka (kelompok) untuk memiliki respons yang cerdas," kata ketua Barclays John McFarlane acara industri. "Kami tidak tahu bentuk atau arah yang akan datang. Ini jauh dari pasti apa yang kita dapat amankan dari diskusi dengan Uni Eropa."

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya