JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini akan merilis data nilai ekspor dan impor Indonesia pada bulan Juni 2016. Data ekspor dan impor ini menarik untuk ditunggu mengingat berkaitan langsung dengan momen Ramadan, di mana biasanya nilai impor bahan konsumsi selalu meningkat.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengungkapkan, diperkirakan neraca perdagangan sepanjang bulan Juni 2016 akan mengalami surplus. Hanya saja, surplus ini tidak sebesar pada bulan sebelumnya sebesar USD 375,6 juta.
"Akan surplus ya. Tapi sedikit. Karena ekspor kita tidak meningkat," kata Enny kepada Okezone.
Selain itu, lanjutnya, hal ini juga tidak terlepas dari meningkatnya nilai impor Indonesia. Peningkatan impor konsumsi sepanjang bulan Ramadan menyebabkan surplus neraca perdagangan mengalami tekanan pada Juni lalu.
"Impor konsumsinya meningkat, tapi impor barang produksi kita turun. Jadi surplusnya bukan karena ekspor yang meningkat tapi karena impor yang keseluruhan juga turun meskipun impor konsumsi naik," tutupnya.
Apabila pada bulan Juni neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus, maka sepanjang Semester I-2016 neraca perdagangan Indonesia selalu mengalami surplus setiap bulannya. Berikut adalah data neraca perdagangan sepanjang tahun 2016:
- Januari