BI Punya 6 Rekomendasi Pengembangan Kawasan Timur

Feby Novalius, Jurnalis
Jum'at 02 September 2016 18:45 WIB
Gedung BI. (Foto: Okezone)
Share :

MANADO - Bank Indonesia (BI) industri pariwisata mampu menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru dan dapat menjadi strategi khusus untuk mendukung ekonomi saat ini. Pemerintah pun menetapkan empat destinasi wisata di Kawasan Timur Indonesia (KTI) sebagai bagian prioritas pengembangan 10 destinasi wisata Indonesia.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam peningkatan kinerja pariwisata di wilayah KTI masih ada sejumlah tantangan, antara lain konektivitas terhadap akses ke lokasi wisata.

Oleh karena itu, dalam diskusi publik "Memperkuat Peningkatan Daya Saing Industri Pariwisata Sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru" disampaikan enam rekomendasi guna meningkatkan kinerja pariwisata khususnya di wilayah KTI.

"Pertama, perlu adanya komitmen dari pemerintah untuk percepatan realisasi infrastruktur. Kedua, perlu sinergi Pemerintah Pusat dan daerah untuk percepatan pembangunan," jelas Perry di Kantor BI Manado, Sulawesi Utara, Jumat (2/9/2016).

Dia melanjutkan, dalam mengembangkan destinasi wisata pemanfaatan teknologi menjadi penting untuk menyebarkan informasi secara efisiensi. Oleh karena itu, rekomendasi ketika untuk peningkatan kinerja sektor pariwisata adalah pemanfaatan teknologi untuk perluasan cakupan promosi pariwisata Indonesia.

Rekomendasi selanjutnya, pembangunan jaringan integrasi transportasi antar destinasi wisata di Kawasan Timur Indonesia dengan menjadikan pelabuhan dengan comparative advantage tertinggi sebagai Hub dan menambah bandara yang melayani penerbangan internasional khususnya ke daerah terdekat dengan destinasi wisata.

"Terakhir rekomendasi keenam adalah menambah jumlah pelabuhan yang disinggahi kapal pesiar, serta penyiapan infrastruktur maupun SDM yang dapat melayani turis mancanegara yang berkunjung melalui kapal pesiar," terang Perry.

"Untuk mengoptimalkan daya saing pariwisata tersebut, perlu kerjasama seluruh pihak terkait, baik Bank Indonesia, pemerintah dan otoritas daerah lainnya, pengusaha dan akademisi," imbuhnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya