BANDUNG – PT PLN (persero) meresmikan Gardu Induk (GI) Raja Paksi yang berkekuatan tiga buah trafo dengan kapasitas masing-masing 60 MVA di kawasan Kabupaten dan Kota Bekasi, Jawa Barat. Sumber listrik ini selanjutnya akan disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV.
"Dengan peresmian GI Raja Paksi, PLN siap melayani suplai listrik untuk PT Gunung Raja Paksi serta memasok kebutuhan listrik bagi pelanggan industri maupun pelanggan umum di daerah Cibitung dan Cikarang. Sebagai tahap awal, 1 unit sebesar 60 MVA akan dioperasikan untuk mendukung elektrifikasi di area tersebut," ujar Direktur PLN Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah
Nasri Sebayang seusai meresmikan GI Raja Paksi, di Imam Bonjol, Sukadanau, Cikarang barat, Bekasi, kemarin. Nasri menerangkan keberadaan GI yang menghubungkan Gardu Induk Cikarang dan Gardu Induk Gandamekar memiliki kemampuan menambah 8 jalur jaringan tegangan menengah baru dengan kapasitas beban masing-masing hingga 8 MegaWatt (MW).
Selain itu PLN Distribusi Jawa Barat juga berhasil memenuhi permintaan sambungan baru Tegangan Tinggi PT Gunung Raja Paksi sebesar 100 MVA. Rencananya daya listrik ini akan dikembangkan menjadi 140 MVA pada tahun 2017. "Estimasi energi yang akan diserap oleh PT Gunung Raja Paksi sebesar 454,8 GWH/Tahun atau setara Rp542,7 miliar per tahun. Pemenuhan kebutuhan listrik ini akan memberikan efek berantai (multiplier effect) yang berguna bagi kesejahteraan masyarakat sekitar dan memperkuat perekonomian nasional," tuturnya.
Dirinya berharap dengan beroperasinya GI Raja Paksi 150/20 KV area Bekasi mampu melayani pelanggan yang saat ini masih dalam masa daftar tunggu dan daftar potensi sebesar 40,4 MVA. Saat ini, lanjut dia, berbagai jenis industri di Bekasi sedang tumbuh subur, mulai dari peleburan baja, otomotif, keramik, dan masih banyak lagi.
Sepanjang Januari hingga September 2016, PLN mencatat pemakaian listrik pelanggan Industri di Bekasi mencapai 2,8 Tera Watt hour (TWh) Angka ini tumbuh 7,1 % jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Sementara secara keseluruhan, pemakaian pelanggan listrik PLN di Bekasi di tahun 2016 ini mencapai 5,7 TWh atau naik sekitar 9,6% dari periode yang sama di tahun 2015 yaitu 5,2 TWh.
Adapun beban Bekasi di siang hari adalah 1.112 MW selisih 18 MW dengan beban malamnya yang besarnya 1.130 Selain itu di Bekasi, Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah I melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) membantu warga Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, dan Kampung Muara Tawar, yang berada di sekitar lokasi PLTGU Muara Tawar.
PLN menganggarkan dana sebesar Rp120 juta untuk 3 program CSR yang disalurkan kepada warga terkena proyek PLTGU di desa tersebut. Ketiga program tersebut di antaranya perbaikan sarana jembatan penyeberangan, pembangunan Posyandu, serta bantuan buku belajar, meja dan kursi, perbaikan toilet, dan sarana pendidikan. "Bagi mereka yang terdampak pembangunan PLTGU Muara Tawar, Bekasi, kami berupaya untuk berkontribusi lewat pertanggungjawaban sosial yang saat ini sudah berjalan,” kata Manajer Unit Pelaksana Proyek (UPP) Pembangkit JBT 3 Wicaksono.
(Raisa Adila)