Arcandra Tahar: Pengembangan EBT is a Must!

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis
Kamis 10 November 2016 13:33 WIB
Arcandra Tahar: (Foto: Situs Kementerian ESDM)
Share :

JAKARTA - Guna mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil yang lama kelamaan akan habis, maka pemerintah terus berupaya mengoptimalkan pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Namun, pengoptimalannya di Tanah Air masih jauh dari kata maksimal.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, pengembangan EBT di Indonesia ke depannya merupakan suatu keharusan, bukan lagi menjadi pilihan. Tidak lain tujuannya adalah demi keberlangsungan hidup bumi hingga jangka panjang.

"EBT is a must. Suatu keharusan, bukan lagi sebuah pilihan. You have no any choice for renewable energy," ucapnya dalam FGD Membangun Kemandirian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam Meningkatkan Ketahanan Nasional yang diselenggarakan oleh KEIN di Sari Pan Pacific, Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Menurut Arcandra, sifat suatu keharusan pemerintah Indonesia dalam pemanfaatan EBT ini lantaran mau tidak mau mengikuti ritme beberapa belahan negara di dunia yang telah lebih dulu mengadopsi salah satu jenis energi ramah lingkungan ini.

"Dunia akan bergerak ke renewable energy kenapa? Karena bumi kita semakin tua," sebutnya.

Sebagai informasi, Kementerian ESDM mencatat Indonesia memiliki potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang cukup besar di antaranya, mini/micro hydro sebesar 450 MW, Biomass 50 GW, energi surya 4,80 kWh per m2 per hari, energi angin 3-6 m per det dan energi nuklir 3 GW.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya