JAKARTA - Pemerintah mulai menyosialisasikan penggunaan angkutan petikemas dengan kereta api rute Gedebage-Tanjung Priok kepada para asosiasi pengguna jasa baik maritim, logistik maupun perdagangan.
Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat mengatakan, untuk mengubah paradigma pengusaha tentu tidak semudah membalikkan tangan. Karena paradigma pengusaha sudah nyaman menggunakan truk sebagai moda transportasi pendistribusian barang.
Akan tetapi, jika menggunakan truk ini maka pengusaha memiliki risiko yang tidak bisa dihitung seperti kecelakaan, mogok, hingga adanya kejadian kriminal seperti bajing loncat di tengah jalan.
"Itu semua kan unpredictable, so kalau kereta api jauh terhindar dari masalah-masalah itu," tuturnya di Terminal Petikemas JICT Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (13/1/2017).
Sayangnya, jika menggunakan kereta api maka pengusaha tidak bisa mengambil barang di mana saja dan melakukan distribusi yang mudah. Selain itu, jika menggunakan kereta maka ada jumlah minimun yang harus diangkut.