JAKARTA - Direktur Utama Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC Elvyn G Masassya mengaku jalur kereta api peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok masih belum optimal dijalankan. Sebab keluarnya kargo dari Pelabuhan Tanjung Priok secepat yang diinginkan Pelindo II selaku operator pelabuhan.
Berdasarkan catatan, kargo mencapai 7.000-10.000 ribu per hari. Menggunakan kereta kapasitas maksimal hanya 30 box kontainer per hari. Oleh karena itu, Elvyn menyepakati keputusan Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Kemaritiman yang berencana mengexercise jalur petikemas tersebut.
"Jadi memang kita terbuka dengan berbagai moda transportasi, karena buat kami semakin cepat barang ke pelabuhan semakin bagus, karena itu transportasi menjadi banyak. Tapi khusus terminal kita tidak di desain untuk kereta jadi itu keterbatasan untuk implementasinya kita sepajak kajian ulang untuk the best solution untuk train seperti apa," ujarnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (23/1/2017).
Untuk mengerjakannya, pihak Pelindo II akan menggunakan konsultan independent. Dari situlah dapat dicarikan solusi final pembangunan jalur petikemas Tanjung Priok, dengan tujuan angkutan box bisa melebihi 30 box.