Plus-Minus Penggunaan Kereta untuk Logistik

Feby Novalius, Jurnalis
Jum'at 13 Januari 2017 13:17 WIB
Ilustrasi kereta. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Pemerintah mulai menyosialisasikan penggunaan angkutan petikemas dengan kereta api rute Gedebage-Tanjung Priok kepada para asosiasi pengguna jasa baik maritim, logistik maupun perdagangan.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat mengatakan, untuk mengubah paradigma pengusaha tentu tidak semudah membalikkan tangan. Karena paradigma pengusaha sudah nyaman menggunakan truk sebagai moda transportasi pendistribusian barang.

Akan tetapi, jika menggunakan truk ini maka pengusaha memiliki risiko yang tidak bisa dihitung seperti kecelakaan, mogok, hingga adanya kejadian kriminal seperti bajing loncat di tengah jalan.

"Itu semua kan unpredictable, so kalau kereta api jauh terhindar dari masalah-masalah itu," tuturnya di Terminal Petikemas JICT Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (13/1/2017).

Sayangnya, jika menggunakan kereta api maka pengusaha tidak bisa mengambil barang di mana saja dan melakukan distribusi yang mudah. Selain itu, jika menggunakan kereta maka ada jumlah minimun yang harus diangkut.

"Enggak bisa hanya satu kontainer berangkat, harus ada 15 kontainer dengan tujuan yang sama. Lalu tonase sudah pasti, misalnya satu kontainer hanya boleh 42 ton enggak boleh lebih," ujarnya.

Meski demikian, kereta api memiliki efisiensi waktu dan keamanan. Karena itu, dirinya mendukung hadirnya jalur peti kemas dengan kereta api.

"Positifnya bagi kita tentu kita akan miliki jadwal yang lebij reguler dan terukur. Tinggal ini gimana lancarkan semua proses ini jadi lebih lancar seperti yang kita harapkan" ujarnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya