JAKARTA - Bisnis properti dinilai menjadi peluang yang menguntungkan terutama dengan kondisi perekonomian saat ini. Seorang pakar dan praktisi properti dari Amerika Serikat (AS) merumuskan sebuah kerangka kerja yang dinamakan DUST.
Seperti dilansir dari buku "Properti dalam 17 Hari" karangan Supriyadi Amir, dijelaskan rumus DUST adalah demand (permintaan, utility (kegunaan), supply (pasokan), dan transfer (pengalihan). Kerangka kerja DUST ini dapat menciptakan kekayaan melalui properti dan berfokus pada 6 langkap dengan uraian sebagai berikut.
1. Tujuan Bisnis
Tujuan ini menitikberatkan pada pengenalan diri sendiri, termasuk sumber daya pribadi dan keuangan yang dimiliki. Kemudian, memiliki satu program investasi dan strategi pasar yang akan memenuhi tujuan bisnis tersebut.
2. Mempersiapkan investigasi.
Setelah menetapkan tujuan bisnis, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan investigasi tentang studi pasar dan analisis investasi. Langkah-langkah dalam mempersiapkan investigasi sebagai berikut.