"Semangat dong mba, kalau saya enggak semangat nanti rezekinya enggak diberkahi. Saya jual banyak seperti yang dilihat, ada lampion, gantungan, tempelan ayam, sama amplop angpao sih yang pasti," ungkapnya.
Ugi sendiri sudah mulai berjualan di daerah jalan Pancoran sejak 2004 silam. Dengan bermodalkan uang sedikit ia dari Jawa mengadu nasib ke Jakarta. "Awalnya coba-coba jual jajakan tanpa kios dan hanya amplop saja, sekarang Alhamdulillah bisa lumayan walaupun belum punya toko yang besar," tuturnya.
Ia sendiri menjual aksesoris dengan harga yang beragam tergantung dari ukuran besarnya dan jumlahnya. Tapi ia mengatakan menjual dengan harga grosir. Lampion paling mahal dari Rp50.000-Rp1.500.000, Tempelan dari Rp20.000-Rp60.000 dan angpau Rp10.000-Rp30.000.
Ia melayani pembeli dengan senyum sambil sesekali bergurau dengan pembeli yang menawar dagangannya. Harapannya untuk saat ini adalah bisa mendapatkan kios yang layak dan murah.
(Fakhri Rezy)