JAKARTA - Laboratory for Visionary Architecture (Lava) memiliki keinginan untuk membangun sebuah kota baru di Malaysia. Kota baru ini memiliki konsep green smart city.
Sebuah masterplan yang diusulkan dengan luas 20 km persegi ini akan dibangun di tengah-tengah hutan hujan, yakni dengan meniru ekosistem hutan yang mengadopsi sistem loop tertutup. Sehingga sumber daya yang ada di kota tersebut dapat dikontrol dan dikendalikan.
Melansir Inhabitat, Lava yang merupakan pemenang penghargaan peringkat kedua dalam sebuah kompetisi desain internasional menjelaskan, hutan kota yang diciptakan dengan luas 24 hektare dinilai berdasarkan efisiensi penggunaan lahan, kepekaan terhadap lingkungan, kemudian adanys sebuah bangunan landmark yang diwujudkan dengan gagasan hutan kota.
"Skylines di seluruh dunia tampak sama, biasanya beberapa menara ikonik di pusat kota dikelilingi oleh banyak bangunan kualitas yang lebih rendah, yang semua mirip satu sama lain," kata Direktur LAVA Chris Bosse.
Dia pun mengatakan, dalam rancangan kota ini, yang menjadi ikon adalah ruang publik, bukan obyek atau bangunan yang ada di kota ini.