JAKARTA - Membeli rumah bagi sebagian orang susah-susah gampang. Harga rumah yang tidak murah menjadi taruhan apabila salah memilih. Apalagi jika ternyata rumah yang dibeli menjadi langganan banjir.
Agar tidak salah dalam memilih hunian yang tidak sesuai harapan sebaiknya calon pembeli memerhatikan berbagai hal sebagai pertimbangan. Jangan sampai niat tinggal di hunian yang nyaman mahal menjadi masalah karena harus berhadapan dengan banjir.
Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda pun menyadari membedakan rumah langganan banjir dengan rumah bebas banjir bukan perkara mudah. Namun dia mengatakan, salah satu ciri yang paling menonjol bagi rumah rawan banjir terlihat pada bagian cat tembok rumahnya.
"Biasanya itu, kalau yang tiap kali banjir itu kalau lihat di kasat mata tuh kelihatan di depannya itu di dindingnya ada batas air, hitam gitu," jelasnya kepada Okezone, di Jakarta, belum lama ini.
Bekas di tembok itu biasanya muncul lantaran banjir merendam rumah dalam waktu yang cukup lama. "Itu yang biasa kan kalau kena banjir otomatis kan dalam jangka waktu yang lama, misalnya bisa sampai seminggu itu kan kelihatan," tambah Ali.
Dengan demikian, musim hujan ini dapat dikatakan sebagai waktu yang cocok untuk survei rumah. Apalagi bagi rumah yang baru terkena banjir biasanya belum bisa mengecat rumahnya, sehingga bekas-bekas yang ditimbulkan saat hujan dan banjir masih akan terlihat.
(dhe)
(Raisa Adila)