Selain itu, Kementerian BUMN juga menargetkan perolehan laba perusahaan BUMN sepanjang tahun ini mencapai Rp197 triliun atau tumbuh 20,12% dari prognosa 2016 sebesar Rp164 triliun.
Rencana pencapaian tersebut ditopang oleh tingginya pertumbuhan pendapatan pada tahun ini atau sekitar 17,42% menjadi Rp2.116 triliun dari prognosa 2016 sebesar Rp1.802 triliun. Ebitda turut diperkirakan meningkat sekitar 15,01% atau menjadi Rp429 triliun pada tahun ini dari prognosa 2016 sebesar Rp373 triliun.
Pemerintah berujar pencanangan ini menyusul kondisi perekonomian Indonesia yang semakin membaik mulai kuartal II 2016, sehingga berdampak pada meningkatnya pendapatan BUMN sebesar 6% dibandingkan 2015. Hal ini juga nampak pada laba bersih dan ebitda dengan kenaikan masing-masing 10% dan 11%.
Pada 2016, pemerintah menghitung 10 perusahaan BUMN dengan laba terbesar berkontribusi sekitar 85% terhadap total laba seluruh perusahaan. 10 perusahaan ini adalah PT Pertamina (Persero), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Selain itu, terdapat PT PLN (Persero), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
(Martin Bagya Kertiyasa)