"Kalau ditotal semua lebih dari Rp200 juta dana yang dikucurkan dari pusat untuk pembangunan berbagai fasilitas di Bandara Timika tahun ini," jelas John.
Ia mengatakan keberadaan Bandara Mozes Kilangin Timika ke depan sangat penting dan strategis guna menunjang program pemerintah dalam mempercepat akselerasi pembangunan di kabupaten-kabupaten pedalaman Papua.
Program mempercepat akselerasi pembangunan di wilayah pedalaman Papua itu baik melalui program BBM Satu Harga maupun peogram Tol Udara Timika-Wamena.
Terkait program BBM Satu Harga, PT Pertamina (Persero) telah mengoperasikan kembali pesawat Pelita Air Service untuk mengangkut BBM dari Timika ke sejumlah kabupaten di wilayah pedalaman Papua seperti Puncak, Tolikara, Yelimo, Nduga dan Yahukimo.
Adapun program Tol Udara Timika-Wamena hingga sekarang belum terealisasi karena pemerintah tengah menyusun regulasi terkait hal itu serta masih melakukan proses tender operator penerbangan yang akan menangani angkutan kargo barang.
(Dani Jumadil Akhir)