PURWAKARTA – Taman Air Mancur Sri Baduga yang sempat ditutup sejak awal Juni 2016, kembali dibuka tadi malam. Setelah direnovasi, air mancur yang jadi destinasi wisata baru di Kabupaten Purwakarta, itu makin cantik.
Acara peresmian tadi malam berlangsung meriah. Ribuan warga Purwakarta dan sekitarnya tumpah ruah di kawasan itu. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Arief Yahya mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan air mancur tersebut. Sebelum prosesi peresmian dilaksanakan, acara diawali dengan pertunjukan tarian kolosal Siliwangi Gugat.
Seusai tari-tarian, Menpar Ekraf Arief Yahya meresmikan air mancur yang telah tiga kali dipugar itu. Selain tari-tarian, acara juga dimeriahkan dengan penampilan sejumlah artis papan atas. Di antaranya, Charly van Houten dengan pembawa acara Tarra Budiman dan Luna Maya. Dalam kesempatan itu, Charly bernyanyi di atas panggung yang di bangun di tengah genangan air situ dengan latar belakang air mancur menari. Penampilan Charly yang berkolaborasi dengan para penari mengundang decak kagum penonton. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, Taman Air Mancur Sri Baduga yang dibangun di area seluas 1,8 hektare itu kini hadir dengan nuansa baru.
Selain menghadirkan tarian air mancur dengan penggunaan software terbaru, juga disediakan tempat duduk untuk pengunjung. Tempat duduk itu mampu menampung sebanyak 5.000 pengunjung. Artinya sekitar 15.000 orang dapat ditampung dalam tiga sesi pertunjukan. “Nanti, air mancur itu akan dioperasikan sebanyak tiga sesi setiap malam Minggu. Sesi pertama dimulai pukul 19.30 WIB, sesi kedua 21.00 WIB, dan ditutup sesi terakhir 22.00 WIB. Masing-masing sesi pertunjukan berlangsung selama kurang lebih 25 menit,” kata Dedi.
Para pengunjung, ujar Bupati, dapat menonton dengan gratis. Tadi malam, sedikitnya 30.000 pengujung yang datang. Selain warga Purwakarta, tak sedikit pula yang berasal dari luar kota, seperti Karawang, Subang, Bekasi, Bandung, dan Jakarta. Mereka asyik menyaksikan pertunjukan air mancur menari tersebut. Dia mengemukakan, peresmian destinasi air mancur tahap III ini yang terakhir karena kepemimpinannya sebagai bupati tahun ini habis. Dirinya berharap bupati setelahnya nanti bisa memelihara destinasi wisata yang saat ini dibangun.
“Ini tahun terakhir saya memimpin. Jadi ini yang terakhir. Tapi belum tahu kalau bupati setelah saya apakah mau tambah renovasi atau tidak,” ujar dia. Dedi menuturkan, Taman Air Mancur Sri Baduga bermula dari ketidakmungkinan yang jadi mungkin. “Air mancur Sri Baduga ini jadi mungkin karena dibarengi ikhtiar dan konsistensi kerja, kerja, kerja. Seperti apa yang dikatakan Presiden RI Joko Widodo,” tutur Dedi.
Menurut dia, Taman Air Mancur Sri Baduga dibangun tidak hanya ditekankan kepada aspek mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD), tapi lebih dari itu sebagai destinasi wisata kebanggaan Purwakarta dan diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat. Modal air mancur yang dikeluarkan pemerintah Rp50 juta, tapi dalam aspek ekonomi yang didapat lebih dari itu.
“Hitung saja, setiap minggu sekali setiap pertunjukan air mancur ada sedikitnya seribu lapak pedagang. Kalau rata-rata dapat untung Rp2 juta, jadi sudah jelas setiap minggu ada uang Rp2 miliar yang didapat pedagang. Jika sebulan berapa? Silakan hitung! Itu ekonomi yang jelas, pariwisata ini bisa menghasilkan uang triliunan,” tandas Dedi.
(Raisa Adila)