Sebelum mengambil keputusan untuk melakukan investasi, langkah pertama yang wajib Anda lakukan adalah menghitung jumlah dana yang akan dibutuhkan anak untuk pendidikannya nanti. Hal ini akan membantu Anda untuk dapat lebih mudah menemukan dan memilih salah satu instrumen investasi yang paling tepat. Selain itu, Anda dapat menjamin ketersediaan dana tersebut akan dapat mencukupi kebutuhan pendidikan anak dengan baik. Tentu akan sulit bagi Anda untuk memilih salah satu instrumen investasi yang tepat. Terlebih Anda belum mengetahui dengan tepat besaran dana pendidikan yang akan dibutuhkan anak
Pada umumnya di dalam mempersiapkan dana pendidikan, para orang tua akan lebih fokus untuk mempersiapkan biaya kuliah anak. Mengingat pendidikan yang satu ini menyedot biaya paling besar di antara yang lainnya. Uang pangkal yang sangat besar, uang semester yang mencapai angka jutaan, bahkan belasan juta rupiah. Hal inilah yang menjadi pertimbangan banyak orang dalam mempersiapkannya sejak awal.
Namun, ada juga orang tua yang memang terbiasa dalam mempersiapkan dana pendidikan anaknya dari jenjang TK hingga SMA dengan menginvestasikannya setiap bulan. Hal ini biasanya akan dimasukkan ke dalam kebutuhan bulanan keluarga. Dengan begitu, tidak terlalu membebani keuangan karena terasa seperti kebutuhan wajib lainnya yang harus selalu dipenuhi setiap bulan.
Mulailah melakukan perhitungan dengan melihat besaran rata-rata biaya pendidikan saat ini. Perhitungkan juga berapa besar biaya yang akan dibutuhkan pada masa yang akan datang. Hal ini bisa dihitung dengan melihat kenaikan rata-rata inflasi yang terjadi. Saat ini rata-rata inflasi untuk biaya pendidikan sekitar 15-20% per tahunnya. Kalau telah mengetahui besaran estimasi biaya pendidikannya nanti, Anda dapat mulai mempertimbangkan jenis investasi apa yang paling tepat untuk kebutuhan tersebut.
Pilih Investasi Pendidikan yang Paling Tepat
Baik asuransi pendidikan maupun reksa dana, keduanya tentu memiliki imbal hasil yang berbeda. Namun, sebagian besar orang cenderung memilih asuransi pendidikan untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Hal ini mungkin saja diakibatkan karena kekurangpahaman mereka pada berbagai hal di dalam produk tersebut. Dan juga sebagian besar orang memang tidak ingin mengambil risiko atas sejumlah dana yang diinvestasikan. Sementara pada kenyataannya, baik asuransi pendidikan maupun reksa dana, tentu memiliki risiko yang cukup tinggi.