INSPIRASI BISNIS: Raup Untung dari Kain Batik Api

Trisna Purwoko, Jurnalis
Minggu 05 Maret 2017 08:16 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :

Lugiyantoro mengaku membutuhkan waktu 3 tahun lebih untuk menciptakan batik api yang menjadi ciri dari hasil karya seni batik yang diciptakannya. Untuk membakar motif batik yang terbuat dari adonan tepung dan formalin, Lugiyantoro membuat alat pembakar yang dibuatnya dari botol bekas, kemudian diisi minyak tanah dan diberi sumbu di atasnya.

Batik api yang dibuat oleh Lugiyantoro ini biasanya dibuat pada kain sebagai bahan pembuat baju atau tshirt berwarna putih. Karena proses pembuatan batik api cukup rumit dan membutuhkan waktu yang cukup lama, karena proses pembakaran harus dilakukan dengan hati hati agar api tidak sampai membakar kain maka harga kain batik api juga dijual diatas kain batik umumnya. Dalam proses pembakaran ini Lugiyantoro juga harus memperhatikan arah angin sehingga api yang digunakan tidak berubah arah dan membakar bagian kain yang seharusnya tidak boleh kena api.

Karena proses pembuatannya yang cukup panjang dan rumit, Lugiyantoro menjual tshirt batik api dan kain batik api berukuran 1,2 meter dengan harga antara Rp200 ribu hingga Rp500 ribu rupiah lebih tinggi di atas harga kain batik tulis biasa.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya