Economy Selasa 07 Maret 2017 10:26 WIB

Bekasi Perluas Kawasan Industri dan Hunian

Jurnalis - Koran SINDO

BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi terus mengembangkan daerahnya sebagai salah satu pusat kawasan industri dan hunian yang sangat menjanjikan.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pemkab telah bersinergi dengan kawasan industri dan masyarakat sekitar. Selain itu Bekasi juga terus memperluas kawasan industri dan hunian dengan menggandeng berbagai pihak swasta.

Di Kabupaten Bekasi tercatat ada tujuh kawasan industri besar yang berada di Cibitung dan Cikarang, di antaranya, Kawasan Industri Jababeka, Kawasan Lippo Cikarang, Kawasan Hyundai, Kawasan EJIP, Kawasan MM 2100, Bekasi Fajar, dan Kawasan Industri Delta Mas.

“Bersinergi dengan kawasan industri sudah tercipta lama antara pemerintah dan kawasan Industri,” kata Bupati Bekasi Neneng Khasanah, saat ditemui KORAN SINDO.

Menurut Neneng, investasi di wilayahnya setiap tahun terus bertambah besar karena pemerintah menciptakan suasana investasi yang aman.

Dalam bersinergi, kata dia, Pemkab Bekasi pada tahun 2006 lalu pernah mendeklarasikan ZONI (Zona Internasional) yang memberikan manfaat kepada investor bahwa dengan bersatunya ketujuh kawasan ini pembangunan infrastruktur antarkawasan dapat dikerjakan bersama-sama.

Neneng pun mengungkapkan antara pemerintah dan kawasan industri bekerja sama secara lebih terintegrasi dengan biaya yang relatif efisien dan perencanaan tidak tumpang tindih.

Alhasil, pihak kawasan industri dan pemerintah daerah membuka akses antarkawasan dalam upaya meningkatkan akses dari dan kawasan. Berdasarkan catatan Pemkab Bekasi, wilayah Industri di Kabupaten Bekasi pada 2007 seluas 17.000 hektare dan saat ini mengalami perkembangan yang pesat.

Mengacu pada rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) Kabupaten Bekasi 2011-2031, luas wilayah industri menjadi 23.000 hektare yang tersebar di wilayahnya.

Untuk luasan zona industri dibagi berdasarkan wilayah pengembangan (WP) I, II, dan IV dengan rincian sebagai berikut: WP I Kecamatan: Tambun Selatan, Cibitung, Cikarang Barat, Cikarang Utara, Cikarang Selatan, Cikarang Timur; WP II Kecamatan: Serang Baru, Cikarang Pusat, Bojong Mangu. WP IV Kecamatan: Tarumajaya, Babelan, Cabangbungin.

Alhasil, lokasi industri akan mengikuti dan bergantung pada akses yang besar sehingga perkembangannya akan mengikuti jalurjalur utama seperti jalan nasional dan jalan provinsi serta WP I kawasan yang paling besar perkembangannya.

Neneng menjelaskan, pemerintah terus memberikan rasa aman kepada investor dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif dalam rangka mempertahankan keberadaan investasi dengan membuat sistem Bekasi One Stop (Licensing ) Service (BOSS) dalam Bidang Perizinan.

Lalu, harmonisasi hubungan industrial, pembuatan PP-PKB (peraturan perusahaan - perjanjian kerja bersama), optimalisasi Forum Pembauran Kebangsaan, pembinaan organisasi serikat pekerja dan peningkatan infrastruktur penunjang Industri seperti jalan antar kawasan yang ada saat ini.

Fasilitasi Pihak Swasta

Pemkab Bekasi menyebutkan kawasan Industri Jababeka merupakan kawasan eko-industri modern pertama di Indonesia yang dikembangkan bersama-sama dengan ProLH GTZ di bawah program kerja sama teknis yang dibentuk Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia dan Republik Jerman.

Sejak pendiriannya pada tahun 1989, Kawasan Industri Jababeka telah diakui sebagai kawasan industri yang paling sukses di Indonesia dalam hal menarik perusahaan-perusahaan multinasional (MNCs), perusahaan lokal terkemuka dan perusahaan kecil & menengah.

Sekretaris Bappeda Kabupaten Bekasi Dedy Supriadi mengatakan, kerja sama dengan Kawasan Industri Jababeka sudah terjalin sejak lama. Menurut dia, kehadiran Jababeka menguntungkan wilayahnya dan membuat pesat pembangunan yang dirasakan masyarakatnya hingga kini.

“Kehadiran kawasan industri di Bekasi membuat wilayah Kabupaten Bekasi lebih maju, banyak manfaat dan keuntungan yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Misalnya, kata dia, kehadiran kawasan industri itu bisa membuka lapangan kerja dan tumbuhnya infrastruktur di Bekasi. Saat ini, Kota Jababeka memiliki infrastruktur yang lengkap, modern, memenuhi standar tinggi internasional, serta beroperasi sesuai dengan kebijakan-kebijakan ramah lingkungan. Tak hanya itu, infrastruktur Kota Jababeka juga memiliki kapasitas untuk mendukung pertumbuhan kawasannya di masa yang akan datang.

Kawasan mandiri Kota Jababeka sebagai daerah satelit Jakarta terus berbenah. Area hunian terpadu seluas 5.600 hektare yang dikembangkan PT Jababeka Tbk ini terus berkembang menjadi sebuah kawasan residensial dan komersial terlengkap yang menyasar segmentasi konsumen kelas atas. Selain dari jumlah populasinya yang kini sudah mencapai 1 juta jiwa, juga menjadi tempat berbisnis bagi lebih dari 1.650 perusahaan multinasional dari 30 negara dengan jumlah pekerja lebih dari 700.000 orang.

Wujud komitmen tersebut dibuktikan dengan pengembangan yang telah dilakukan sejak awal pembangunan, mulai dari pembangunan apartemen, pusat bisnis dan komersial, lapangan golf, convention centre , sarana olahraga, universitas, serta rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan penghuninya, yang secara keseluruhan terkoneksi dengan fasilitas transportasi seperti commuter line, feeder bus , dan tiga akses tol untuk mendukung mobilitas menuju Kota Jababeka.

Untuk fasilitas pendidikan, misalnya, telah berdiri 16 lembaga pendidikan berstandar nasional maupun internasional, di antaranya, President University yang tercatat memiliki 7.000 mahasiswa aktif, Al-Azhar, BPK Penabur, Santo Leo, dan sekolah lainnya. Hingga saat ini telah berdiri sembilan fasilitas komersial seperti Hotel Holiday Inn, Horison, Fave Hotel, Batiqa, dan beberapa hotel lainnya, termasuk yang dikembangkan perseroan seperti President Executive Club (PEC).

Berbagai kantor cabang Bank nasional telah berdiri seperti Mandiri, BNI, BCA, Permata, serta Kantor Pelayanan Pajak Pratama. Tak hanya itu, seluruh area Kota Jababeka juga dilengkapi 28 supermarket, mulai dari Farmers Market dan Giant. Berbagai fasilitas kuliner dan restoran dengan berbagai tenant ternama seperti J.Co, Bread Talk, Sapo Oriental, Sate Khas Senayan, A&W, DCost, Bari Uma Ramen, dan Solaria juga tersedia.

Sementara untuk restoran cepat saji meliputi McDonalds, Dominos Pizza, dan ratusan lainnya yang tersebar pada 25.000 unit ruko komersial yang telah terbangun. Kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas olahraga dan rekreasi meliputi Jababeka Golf & Country Club, D Warriors Outbond, Stadion Wibawa Mukti Jababeka serta venue acara skala besar, Jababeka Convention Center.

Terkait fasilitas kesehatan, mengusung konsep Medical City, saat ini sudah beroperasi tiga rumah sakit bertaraf nasional, yaitu RS Permata Keluarga, RS Harapan Keluarga, dan RS Mitra Keluarga.

“Melihat potensi berbagai pengembangan yang telah dilakukan, Kota Jababeka saat ini merupakan kawasan pengembangan kelas menengah atas dan dalam waktu dekat akan segera bertransformasi ke kelas atas,” ujar Direktur PT Jababeka Tbk Sutedja Sidarta Darmono.