JAKARTA – Memperingati hari buruh Internasional atau biasa disebut dengan May Day, buruh dari berbagai daerah menggelar aksi yang dipusatkan di Ibu Kota Indonesia, Jakarta.
Dalam aksi tersebut para buruh akan memberikan aspirasinya tentang Hapus Outsourcing dan Pemagangan, Jaminan Sosial dan Tolak Upah Murah (Hosjatum).
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menanggapi hasil tuntutan buruh harus disesuaikan dan dilihat dari kondisi ekonomi dan investasi Indonesia saat ini. Pasalnya saat ini, hampi ekonomi global diseluruh dunia terjadi pelemahan.
“Jika dilihat dari kondisi saat ini apakah masih relevan dengan tuntutan yang diberikan buruh,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (1/5/2017)
Hariyadi menambahkan, tuntutan buruh tentang upah khususnya, sudah terjadi dari tahun ke tahun. Menurutnya urusan upah ini, selalu dibuat untuk beradu argumentasi di kalangan pemerintah, pengusaha hingga masyarakat.