JAKARTA - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memprediksi harga emas akan naik tinggi dengan adanya konflik ketegangan di Semenanjung Korea antara Amerika Serikat dengan Korea Utara.
Dengan adanya konflik ini, diperkirakan pengusaha emas akan lebih memilih mencari aman. Dengan begitu, pengusaha tidak akan gencar melakukan transaksi dalam perdagangan emas yang akan menyebabkan kenaikan harga emas.
"Tentunya kalau ketegangan ini para pengusaha mencari safe, trennya masih ada ke depan. Ada beberapa hal, di Amerika sendiri ekonominya masih membaik tapi jangka pendek, jangka panjang, masih euforia 100 hari pemilihan," ungkap Kepala Bappebti Bachrul Chairi di kantor Bappebti, Jakarta, Selasa (2/5/2017).
Menurutnya, hal lain yang membuat tren harga tinggi yakni karena perekonomian AS saat ini masih stabil dan perekonomian China yang mulai membaik. Juga perekonomian Uni Eropa (UE) yang stabil juga memicu kenaikan harga emas.
"Faktor lain disebabkan membaiknya ekonomi di China dan di EU. Kalau UE tudak baik ini semua menyebabkan ketidakpastian globalnya. Sehingga tren ke depan kelihatan masih cukup kuat, apalagi dengan tambah ketegangan, dampaknya kepada sumber perekonomian dunia negara sekitar seperti Korea, Jepang, dan China, ke depan saya yakin ke depan orang masih safe-nya larinya ke emas," tukasnya.
(Dani Jumadil Akhir)