"Tarif bea cukai bisa lebih murah karena sekarang kita tidak tahu berapa tarifnya. Kalau kita punya pengetahuan dalam bentuk jaringan, kita bisa lakukan harmonisasi, itu merupakan bibit awal dari perjanjian perdagangan," ujar Havas.
Terkait kerjasama pelabuhan, ia mengatakan Indonesia dapat mempunyai informasi terkait jumlah, ukuran, volume serta "dwelling time" pelabuhan di negara-negara IORA.
"Satu pelabuhan di Afrika bisa untuk akses ke berapa negara? ada tidak yang berfungsi hub di Afrika Timur? Informasi itu dapat menjadi bahan bagi kita untuk menyusun strategi sehingga produk Indonesia bisa masuk pasar," paparnya.
Faktanya, lanjut dia, tidak semua negara-negara Lingkar Samudera Hindia tidak mempunyai satu sistem yang bagus, misalnya di kawasan Afrika Timur tidak punya satu sistem yang bagus.
"Kalau tidak punya satu sistem perdagangan yang bagus, bisa tidak Indonesia berinvestasi untuk membuat satu sistem yang bagus. Jadi tidak hanya akses pasar untuk menjual barang dalam bentuk eskpor-impor, tapi juga dalam konteks Indonesia bisa membantu apa di negara-negara itu," tukas dia.
(Fakhri Rezy)