Meneropong Saham Totalindo Eka Persada

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 15 Juni 2017 18:47 WIB
Ilustrasi: (Foto: Antara)
Share :

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kedatangan tamu baru yakni PT Totalindo Eka Persada Tbk. Emiten berkode TOPS ini bakal menjadi emiten ke-11 pada yang melakukan pencatatan perdana saham di BEI pada tahun ini.

TOPS melakukan penawaran saham perdana alias Initial Public Offering (IPO). Dalam IPO kali ini, perseroan akan melepas 1,66 miliar lembar saham atau 24,99% dari modal.

Melansir keterbukaan informasi yang diterbitkan perseroan di Jakarta, harga IPO akan dipatok pada Rp310 per saham. Dengan demikian, dari IPO ini diharapkan akan didapat dana sekira Rp516,46 miliar.

Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM) Fahmi Hafel mengatakan, perusahaan kontraktor yang baru akan melantai di bursa saham sepertinya akan kurang menarik investor untuk membelinya

Dia menambahkan, saham perusahaan kontraktor infrastruktur yang sudah listing di bursa saham sepertinya akan sulit meningkat dan mendapatkan gain di enam bulan ke depan,

"Hal ini diakibatkan oleh Pemerintah akan melakukan pemotongan anggaran untuk sektor infrastruktur yang cukup lumayan besar," kata Fahmi dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (15/7/2017).

Apalagi TOPS yang banyak mengerjakan proyek-proyek bangunan dan gedung swasta seperti apartemen, hotel dan lain-lain yang bergantung pada pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana oleh pemerintah

Rencananya, dana hasil IPO sebesar 35% akan digunakan untuk pembayaran utang, dengan Rp125,95 miliar digunakan untuk pembayaran pinjaman dari BTN, sebesar Rp31,34 miliar untuk membayar utang PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk, sebesar Rp9,08 miliar akan digunakan untuk membayar utang BNI Syariah dan sebesar Rp8,08 miliar akan digunakan untuk membayar utang PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.

Sedangkan 60% dari hasil IPO akan digunakan untuk memenuhi modal kerja perseroan, guna mendukung operasi perseroan, dan sekira 5% akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis perseroan di bidang konstruksi melalui pembelian mesin dan alat berat.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya