Beban Penjualan Meningkat, Laba Toba Pulp Anjlok Lebih dari 50%

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis
Sabtu 24 Juni 2017 14:15 WIB
Foto: (Okezone)
Share :

MEDAN - PT Toba Pulp Lestari, Tbk (INRU) mencatatkan perolehan laba kotor sebesar USD 3,2 juta pada tahun buku 2016 lalu. Perolehan itu merosot lebih dari 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD 10,8 juta.

Penurunan laba ini terjadi di tengah beban penjualan dan beban biaya umum dan administrasi perseroan yang pada tahun 2016 tercatat meningkat menjadi sebesar USD 10,3 juta dibandingkan USD 10,2 juta pada tahun 2015.

Hal itu terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT TPL untuk tahun buku 2016 yang digelar di Medan, Jumat (23/6/2017).
 

Meski mengalami penurunan laba, namun perseroan mampu mendorong kenaikan sebesar 1,7 persen pada total aset perusahaan menjadi USD 339,4 juta pada tahun 2016 lalu.

"Perusahaan yakin bahwa strategi akan memungkinkan perusahaan untuk berada pada posisi pertumbuhan yang lebih baik di masa depan. Tahun 2016 tidak diragukan lagi sebagai masa yang sulit di tengah kegiatan usaha yang penuh tantangan. Perlambatan ekonomi global, harga komoditas yang tidak stabil, sentimen konsumen yang lemah serta langkah-langkah fiskal yang ketat dan peraturan menjadi faktor utama yang perlu ditangani,” ujar Direksi PT TPL, Mulia Nauli dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, Jumat (23/6/2017) malam.

Sementara dari sisi produksi, lanjut Mulia, perusahaan bubur kertas di Indonesia itu, mencatatat produksi 167.953 ton pulp sepanjang 2016 yang seluruhnya diekspor ke luar negeri.

Guna menjamin kelangsungan operasional, PT TPL tetap konsisten mempertahankan teknologi kehutanan yang ramah lingkungan dan berkesinambungan dengan fokus terhadap pelatihan, penelitian, dan pengembangan pada setiap kegiatan operasionalnya.

Pada tahun 2016, Perseroan melakukan penanaman pada areal seluas 12.358 hektar sehingga total areal yang tertanam menjadi seluas 51.656 hektar. Areal tersebut ditanam denga klon eucalyptus yang berkualitas tinggi dan dikelola dengan baik guna menjamin Perseroan dapat memenuhi kebutuhan bahan baku kayu eucalyptus pada rotasi panen mendatang dengan kualitas serat yang lebih baik.

Sebanyak 14 klon terbaik yang sudah ditanam pada tahun 2016 telah melalui  proses pengujian terhadap potensi pertumbuhan, kompatibilitas dengan jenis tanah, serta ketahanan terhadap hama dan penyakit. Hingga akhir tahun 2016, Perseroan telah mendapat sertifikat Perlindungan Varietas yang didaftarkan di Kementerian Pertanian untuk empat jenis klon, yaitu: IND 32, IND 45, IND 47, dan IND 61.

“Untuk mendorong perusahaan lebih maju pada tahun berikutnya, PT TPL akan memastikan perbaikan proses internal, pilihan mitra bisnis strategis serta kolaborasi semua usaha untuk menciptakan budaya yang ramah bagi pemangku kepentingan. Selain itu, perusahaan juga akan fokus pada perbaikan keuangan melalui inisiatif pengurangan biaya dan peningkatan efisiensi pabrik dan forestry,” ungkap Mulia.

Sementara dalam program pengembangan sosial kemasyarakatan (CD/CSR), PT TPL menyisihkan dana kontribusi sebesar 1% dari penjualan bersih tahunan untuk peningkatan standar hidup masyarakat sekitar pabrik dan areal HTI (Hutan Tanaman Industri).

Pada tahun 2016, sepuluh kabupaten menerima dana CD/CSR dari 1% penjualan bersih PT TPL yakni: Kabupaten Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Samosir, Dairi, Pakpak Bharat, Simalungun, Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara (Paluta), dan Asahan.

Pengembangan sosial kemasyarakatan yang dilakukan Perseroan terbagi dalam beberapa program antara lainpenciptaan lapangan kerja dan pengembangan keterampilan. Kegiatan yang dilakukan antara lain adalah, pengguliran ternak babi kepada para petani binaan, Pondok Bina Tani sebagai tempat pengembangan dan pelatihan bagi masyarakat, dan kerjasama dengan Yayasan El Shadday Taman Eden 100 dalam hal penyediaan bibit tanaman buah dan tanaman kehidupan kepada masyarakat. (tro)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya