TANGERANG - Pembangunan apartemen atau hunian vertikal murah bagi buruh pabrik di Kelurahan Serua, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mendapat protes dari warga Bukit Indah karena dinilai melanggar aturan terkait analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).
Padahal peletakan batu pertama dari pembangunan apartemen Loftvilles City untuk buruh di Tangerang Raya ini diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 27 April 2017.
Protes warga tersebut dilakukan secara simbolis dengan pemasangan spanduk penolakan di pintu gerbang gapura perumahan, seperti di RT 1/5, samping jalan RT 4/5, dan lingkungan RW 5. Juru bicara warga Bukit Indah RW 05 Ali Jusmono mengatakan, penolakan ini sudah dilakukan sejak lama. Bahkan saat diresmikan oleh Jokowi, warga juga tetap melakukan protes ke pengembang.
Protes warga itu disampaikan langsung ke PT Bukit Sarua Developmen sejak Desember lalu. Dalam protesnya, warga mengkritisi kajian amdal apartemen. Meski mendapat protes warga, nyatanya proses pembangunan apartemen itu tetap dilanjutkan. Bahkan, peletakan batu pertama pembangunannya dilakukan oleh Presiden Jokowi yang dihadiri para menteri.
”Padahal pembangunan apartemen ini telah menyalahi aturan yang ditetapkan, khususnya terkait amdal lingkungan,” kata Ali Jusmono.
Warga yang terkena dampak langsung dari pembangunan itu terdiri atas tiga RT, yakni RT 1, 4, dan RT 5 di lingkungan RW 5. Sejak rencana pembangunan itu dilakukan, para warga juga tidak pernah dilibatkan.