JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat rata-rata lifting minyak bumi per 30 Juni 2017 sebesar 802.000 barel per hari (bph). Angka ini sekira 98% dari target dalam APBN 2017 yang sebesar 815.000 bph.
Sementara untuk gas bumi, lifting sebesar 6.338 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau sekitar 98% yang sebesar 6.440 MMSCFD. Secara total capaian lifting migas Indonesia per 30 Juni 2017 adalah 1.934 ribu BOEPD.
Mengutip data SKK Migas, Jumat (7/7/2017) kontribusi terbesar produksi minyak nasional berasal dari 10 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terbesar yang kontribusi produksi mencapai 86% dari produksi nasional secara keseluruhan. Chevron Pacific Indonesia menjadi penyumbang minyak terbesar dengan produksi di Blok Rokan sebesar 226.000 barel oil per day (BOPD).
Sementara itu, 75 KKKS lainnya menghasilkan 14% dari produksi nasional. Untuk produksi gas, kontribusi terbesar juga dari 10 kontraktor dengan menyumbang 80% dari total produksi gas secara nasional nasional. Sedangkan 75 KKKS lainnya produksi 20% gas Indonesia.
Dalam catatan SKK Migas sejauh ini memang ada 85 kontraktor yang mengelola WK Eksploitasi dimana 71 diantaranya adalah WK Produksi dan sisanya sebanyak 14 WK masih dalam tahap pengembangan.
Berikut ini daftar 10 KKKS yang menyumbang kontribusi produksi minyak terbesar: