JAKARTA - Awal bulan sudah pasti selalu ditunggu oleh Anda yang sudah memiliki gaji tetap setiap bulannya. Karena itu akan menjadi langkah awal yang baik supaya Anda bisa melakukan kegiatan berbelanja barang kebutuhan Anda setiap bulan.
Namun, memiliki gaji bulanan saja tidak akan membuat kondisi finansial atau semua kebutuhan kita terpenuhi. Apalagi bagi yang sudah berkeluarga tentu harus bisa memanage keuangannya sebaik mungkin agar bisa digunakan untuk anak sekolah.
Salah satu cara yang paling simple dilakukan adalah mulai menabung dengan menyisihkan gaji setiap bulannya. Tentu saja untuk itu Anda harus mengurangi keperluan yang tidak mendesak atau mengurangi untuk jajan di luar rumah.
Menabung memang bukanlah hal yang mudah dilakukan, oleh karena itu Anda harus memaksakan diri untuk memulainya. Menyisihkan gaji untuk ditabung terkadang sangat sulit untuk dilakukan, karena ketika sedang punya uang, banyak orang jadi ingin segera memuaskan keinginan pribadinya sehingga lupa untuk menabung.
Tapi, kebiasaan menabung harus segera kamu lakukan untuk menghindari diri dari kesulitan-kesulitan yang bisa datang kapan saja. Kesulitan mengatur gaji bulanan, tidak hanya dialami segelintir orang saja. Banyak masyarakat modern sekarang ini, atau mungkin juga seperti Anda yang mengalami kesulitan dalam mengatur gaji setiap bulannya.
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan yang harus Anda tabungkan dari gaji Anda sebesar 10%. Tentunya juga tidak lupa membayar kewajiban utang setiap bulannya.
"Yang pertama sisihkan untuk menabung dan investasi dulu. Idealnya adalah 10% dari penghasilan kita. Jangan lupa juga untuk menyisihkan minimal 5% dari penghasilan sebagai dana charity dan sedekah," ungkap Andi kepada Okezone.
"Setelah itu untuk membayarkan kewajiban-kewajiban kita plus kebutuhan sehari-hari, estimasinya 55% dari penghasilan. Selebihnya masing-masing 10% disiapkan untuk dana darurat, untuk menambah pengetahuan kita, serta untuk bersenang-senang," tambah dia.
Menurutnya, hal itu dilakukan saat tidak ada kebutuhan mendesak atau penghasilan masih lebih tinggi dari kebutuhan. Karena bagi Anda yang kebutuhan bulanannya lebih tinggi dari penghasilan setiap bulannya, maka harus mencari dana tambahan untuk ditabung.
"Itu untuk kondisi normal dan aman-aman saja. Tapi kalau kondisinya kayak pembahasan di awal ya bisa beda alokasi pos pengeluarannya, akan lebih banyak di pos untuk konsumsi sehari-hari bahkan mengilangkan pos belanja dan bersenang-senang, dan bahkan alokasi nabung dan invest akan diperkecil atau jika tetap ingin menabung bisa mencari uang tambahan dari bisnis lainnya," tukas Andi.
TRIK HEMAT: Dapat Gaji, Jangan Lupa Langsung Menabung!
JAKARTA - Awal bulan sudah pasti selalu ditunggu oleh Anda yang sudah memiliki gaji tetap setiap bulannya. Karena itu akan menjadi langkah awal yang baik supaya Anda bisa melakukan kegiatan berbelanja barang kebutuhan Anda setiap bulan.
Namun, memiliki gaji bulanan saja tidak akan membuat kondisi finansial atau semua kebutuhan kita terpenuhi. Apalagi bagi yang sudah berkeluarga tentu harus bisa memanage keuangannya sebaik mungkin agar bisa digunakan untuk anak sekolah.
Salah satu cara yang paling simple dilakukan adalah mulai menabung dengan menyisihkan gaji setiap bulannya. Tentu saja untuk itu Anda harus mengurangi keperluan yang tidak mendesak atau mengurangi untuk jajan di luar rumah.
Menabung memang bukanlah hal yang mudah dilakukan, oleh karena itu Anda harus memaksakan diri untuk memulainya. Menyisihkan gaji untuk ditabung terkadang sangat sulit untuk dilakukan, karena ketika sedang punya uang, banyak orang jadi ingin segera memuaskan keinginan pribadinya sehingga lupa untuk menabung.
Tapi, kebiasaan menabung harus segera kamu lakukan untuk menghindari diri dari kesulitan-kesulitan yang bisa datang kapan saja. Kesulitan mengatur gaji bulanan, tidak hanya dialami segelintir orang saja. Banyak masyarakat modern sekarang ini, atau mungkin juga seperti Anda yang mengalami kesulitan dalam mengatur gaji setiap bulannya.
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan yang harus Anda tabungkan dari gaji Anda sebesar 10%. Tentunya juga tidak lupa membayar kewajiban utang setiap bulannya.
"Yang pertama sisihkan untuk menabung dan investasi dulu. Idealnya adalah 10% dari penghasilan kita. Jangan lupa juga untuk menyisihkan minimal 5% dari penghasilan sebagai dana charity dan sedekah," ungkap Andi kepada Okezone.
"Setelah itu untuk membayarkan kewajiban-kewajiban kita plus kebutuhan sehari-hari, estimasinya 55% dari penghasilan. Selebihnya masing-masing 10% disiapkan untuk dana darurat, untuk menambah pengetahuan kita, serta untuk bersenang-senang," tambah dia.
Menurutnya, hal itu dilakukan saat tidak ada kebutuhan mendesak atau penghasilan masih lebih tinggi dari kebutuhan. Karena bagi Anda yang kebutuhan bulanannya lebih tinggi dari penghasilan setiap bulannya, maka harus mencari dana tambahan untuk ditabung.
"Itu untuk kondisi normal dan aman-aman saja. Tapi kalau kondisinya kayak pembahasan di awal ya bisa beda alokasi pos pengeluarannya, akan lebih banyak di pos untuk konsumsi sehari-hari bahkan mengilangkan pos belanja dan bersenang-senang, dan bahkan alokasi nabung dan invest akan diperkecil atau jika tetap ingin menabung bisa mencari uang tambahan dari bisnis lainnya," tukas Andi.
TRIK HEMAT: Dapat Gaji, Jangan Lupa Langsung Menabung!
JAKARTA - Awal bulan sudah pasti selalu ditunggu oleh Anda yang sudah memiliki gaji tetap setiap bulannya. Karena itu akan menjadi langkah awal yang baik supaya Anda bisa melakukan kegiatan berbelanja barang kebutuhan Anda setiap bulan.
Namun, memiliki gaji bulanan saja tidak akan membuat kondisi finansial atau semua kebutuhan kita terpenuhi. Apalagi bagi yang sudah berkeluarga tentu harus bisa memanage keuangannya sebaik mungkin agar bisa digunakan untuk anak sekolah.
Salah satu cara yang paling simple dilakukan adalah mulai menabung dengan menyisihkan gaji setiap bulannya. Tentu saja untuk itu Anda harus mengurangi keperluan yang tidak mendesak atau mengurangi untuk jajan di luar rumah.
Menabung memang bukanlah hal yang mudah dilakukan, oleh karena itu Anda harus memaksakan diri untuk memulainya. Menyisihkan gaji untuk ditabung terkadang sangat sulit untuk dilakukan, karena ketika sedang punya uang, banyak orang jadi ingin segera memuaskan keinginan pribadinya sehingga lupa untuk menabung.
Tapi, kebiasaan menabung harus segera kamu lakukan untuk menghindari diri dari kesulitan-kesulitan yang bisa datang kapan saja. Kesulitan mengatur gaji bulanan, tidak hanya dialami segelintir orang saja. Banyak masyarakat modern sekarang ini, atau mungkin juga seperti Anda yang mengalami kesulitan dalam mengatur gaji setiap bulannya.
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan yang harus Anda tabungkan dari gaji Anda sebesar 10%. Tentunya juga tidak lupa membayar kewajiban utang setiap bulannya.
"Yang pertama sisihkan untuk menabung dan investasi dulu. Idealnya adalah 10% dari penghasilan kita. Jangan lupa juga untuk menyisihkan minimal 5% dari penghasilan sebagai dana charity dan sedekah," ungkap Andi kepada Okezone.
"Setelah itu untuk membayarkan kewajiban-kewajiban kita plus kebutuhan sehari-hari, estimasinya 55% dari penghasilan. Selebihnya masing-masing 10% disiapkan untuk dana darurat, untuk menambah pengetahuan kita, serta untuk bersenang-senang," tambah dia.
Menurutnya, hal itu dilakukan saat tidak ada kebutuhan mendesak atau penghasilan masih lebih tinggi dari kebutuhan. Karena bagi Anda yang kebutuhan bulanannya lebih tinggi dari penghasilan setiap bulannya, maka harus mencari dana tambahan untuk ditabung.
"Itu untuk kondisi normal dan aman-aman saja. Tapi kalau kondisinya kayak pembahasan di awal ya bisa beda alokasi pos pengeluarannya, akan lebih banyak di pos untuk konsumsi sehari-hari bahkan mengilangkan pos belanja dan bersenang-senang, dan bahkan alokasi nabung dan invest akan diperkecil atau jika tetap ingin menabung bisa mencari uang tambahan dari bisnis lainnya," tukas Andi.
(Martin Bagya Kertiyasa)