"Kajian sedang dilakukan. Hasil awal, baru indikasi, misalnya kita jadinya mau kecepatan berapa, mau pakai diesel atau elektrik. Lalu, kita mau bikin baru atau 'upgrade' (tingkatkan) yang ada," katanya.
Ridwan mengatakan ke depan kereta Jakarta-Surabaya memang diarahkan untuk menjadi kereta cepat (high speed train). Namun, saat ini pemerintah masih menunggu hasil studi kelayakan yang digarap Kemenhub dan BPPT.
"Ke depan pengembangannya bisa saja (jadi 'high speed train'). Akan tetapi, nanti kita tunggu studinya selesai," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut dua syarat wajib yang harus dipenuhi agar proyek revitalisasi jalur kereta Jakarta-Surabaya menjadi kereta semi cepat sesuai dengan harapan.
Dua syarat itu adalah penghilangan 1.000 lintasan sebidang dan sistem elektrifikasi atau listrik.