Sindir Kereta Cepat, Jokowi Sebut Hyperloop. Apa Itu?

, Jurnalis
Rabu 26 Juli 2017 10:59 WIB
(ILustrasi: Digital Tren)
Share :

Pods membawa penumpang dan akan melakukan perjalanan melalui tabung pada kecepatan lebih dari 700 mph. Untuk propulsion, akseslerator magnetik akan ditanam di sepanjang tabung, sehingga mendorong pods maju.

Tabung itu bakal menjadi tempat tekanan rendah di sekitar pods dengan bantalan udara yang memungkinkan pods untuk bergerak dengan aman pada kecepatan tinggi. Mengingat kuartal ketat dalam tabung, tekanan penumpukan di depan pods bisa menjadi masalah. Tabung membutuhkan suatu sistem untuk menjaga udara dari membangun seperti ini.

Desain milik Elon Musk ini merekomendasikan sebuah kompresor udara di depan pods yang akan memindahkan udara dari depan ke ekor, menjaganya agar tetap tinggi dan mencegah tekanan terbentuk karena perpindahan udara. Satu perjalanan hyperloop diproyeksikan membutuhkan waktu sekira 35 menit.

Disitat dari Ubergizmo, teknologi sistem hyperloop memiliki konsep layaknya sebuah kereta dan saat ini sebuah perusahaan tengah mengerjakan sebuah prototip yang bergantung pada teknologi Passive Magnetic Levitation. Kereta akan mengambang di dalam pipa, di mana sangat tipis udara di dalamnya sehingga memungkinkan kapsul berjalan sangat cepat.

Varian teknologi tersebut saat ini sama seperti teknologi Maglev Tech yang ada pada moda tranportasi kereta massal di Jepang, China, dan Eropa. Meskipun begitu, perbedaan dari kereta cepat yang ada di beberapa negara tersebut ialah teknologi hyperloop diklaim memiliki ongkos lebih murah dan lebih aman.

(Widi Agustian)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya