Waduh! Banyak Kantor Kosong di Jakarta Akibat Kelebihan Suplai

Giri Hartomo, Jurnalis
Rabu 26 Juli 2017 15:00 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

JAKARTA - Pasokan kantor di kawasan Central Business District tersebut (CBD) sangat berlimpah. Tercatat hingga semester pertama ada sekira 270 ribu meter persegi perkantoran baru, sehingga saat ini perkantoran di kawasan CBD sudah ada sekira 5,97 juta meter persegi.

Namun sayangnya, dari jumlah pasokan perkantoran baru tersebut, penyerapannya hanya sepertiganya atau sekira 63 ribu meter persegi. Sehingga ini membuat tingkat vacancy (kekosongan) perkantoran di kawasan CBD mencapai 18,4% atau naik 2,7% dibanding semester sebelumnya.

Director Head of Research and Consultants Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan, kenaikan tingkat kekosongan tersebut disebabkan adanya tambahan suplai dan berpindahnya sejumlah perusahaan ke gedung perkantoran area baru. Sedangkan penyerapan terhadap kantornya sangat sedikit.

"Kondisinya memang adalah pasokan yang sangat berlimpah sampai dengan semester pertama saja ada 270 ribu meter persegi. Sedangkan penyerapan ruang kantornya tidak sampai 63 ribu persegi ini kurang dari sepertiganya. Ini membuat kekosongan di CBD ini naik menjadi 18,4%,"ujarnya dalam acara media briefing Savills Indonesia, di Panin Tower, Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Adapun ruang perkantoran grade A menjadi paling banyak mengalami tingkat kekosongan yaitu sebesar 27%. Angka tersebut sekaligus menjadi rekor yang tertinggi setelah pada 2010 lalu, tingkat kekosongan dari perkantoran grade A masih dibawah 25%.

Sentara itu grade premium menjadi yang perkantoran yang mengalami penurunan angka kekosongan yaitu hanya sebesar 16%. Hal itu disebabkan karena tidak ada pasokan yang baru sedangkan penyerapannya juga tetap.

"Kalau kita lihat dari segmentasi, pasok paling banyak adalah gedung grade A. Tapi tingkat kekosongannya cukup mengkhawatirkan yaitu sebesar 27%, dan merupakan rekor tertinggi sejak 201 lalu yang masih di bawah 25%," jelas Anton.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya