"Jadi ini ada PT tapi sudah terlantar sudah 17 tahun. Jadi kita minta BPN (Badan Pertahanan Nasional), itu kan bisa kita anggap lahan negara dan tentunya bisa dimanfaatkan dengan kerjasama bersama masyarakat," ungkap Rini.
Program ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam waktu dekat. Dengan begitu, diharapkan tak lagi terjadi kelangkaan garam pada berbagai daerah seperti beberapa waktu lalu. "Makanya kenapa garam rakyat itu kalau bisa kita sistem inti-plasma. Sistem pengairannya harus bagus. Jadi kalau bisa meja-meja garamnya itu harus rapi dan tepat sinar matahari," ujar Rini.
Kerjasama ini nantinya juga dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat. Akses modal pun akan disediakan melalui kredit usaha rakyat (KUR).
"Waktu itu kita kan pernah dapat modal, tetapi pada dasarnya yang utama memang kerjasama dengan perbankan dengan KUR, karena kita hitung kalau masyarakat bisa bekerja sama dengan kita, dapat kredit usaha rakyat, itu pendapatan per tahunnya tinggi. Net-nya itu bisa mencapai Rp30 juta," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)